Gunungkidul – Wonosari, (18/4) Gelaran Festival Karawitan Gunungkidul 2019 secara resmi telah dibuka oleh Bupati Gunungkidul Hj.Badingah, S.Sos bertempat di Bangsal Sewokoprojo dan akan berlangsung selama 2 (dua) hari 18 s/d 19 April 2019 , Wonosari, dan
[PIC2]
Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Dinas Kubudayaan Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan Dewan Kebudayaan sejak tahun 2012, dengan peserta dari kelompok Karawitan 18 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Untuk kegiatan festival Karawitan tahun ini pesertanya dikhususkan untuk kelompok kerawitan kaum wanita/putri.
[PIC3]
Festival Karawitan ini akan memperebutkan piala bergilir Bupati Gunungkidul dibidang Kesenian dan Kebudayaan.
Bupati Badingah, S.SOS. sangat mendukung dan merasa senang sekali karena festival Karawitan ini diikuti oleh semua kecamatan di 18 Kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini merupakan dalam rangka untuk melestarikan budaya jawa dari generasi tua ke generasi muda yang pada saat ini sudah jarang sekali kaum muda ikut menjadi pengrawit dan menjadi Waranggono.
Oleh karena itu festifal ini juga untuk sarana upaya bagaimana kita bisa tetap bisa nguri-uri budaya jawa yang adi luhung.
Selain itu juga untuk mendukung adanya undang-undang keistimewaan Daerah Istiewa Yogyakarta.
Ditambahkan setiap peserta harus membawakan 3 (tiga) gending yang terdiri dari Gending wajib yakni – Ladrang Semar Mantu laras slidro pathet enem, dan Gending pilihan 1 yakni : 1. Lancaran Dumadining Gunungkidul laras pelok pathrt enem, 2. Lancaran Lingkungan Hidup laras pelok pathet enem, dan 3. Lancaran Bangun Kutho laras pelok pathet enem. Sedangkan Gending pilihan 2 antara lain : 1. Lancaran Gunungkidul Handayani laras pathet barang, 2. Lancaran Lepetan laras pelok pathet barang dan 3. Lancaran Bersih Desa laras pelok pathet barang.
Untuk Dewan Yuri diambilkan dari Dosen Kerawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Yugyakarta(*tim_IKP)

