Gunungkidul – Sebagai bentuk pembinaan dan pengembangan adat dan seni, Pemerintah Daerah Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) akan menyelenggarakan Festival Pedalangan yang akan dimulai, Jumat (03/08) hingga Sabtu (05/08) di alun-alun Kota Wonosari. Kegiatan akan melibatkan perwakilan dari 18 kecamatan, dengan total peserta 36 orang, terdiri dari 18 peserta dalang anak dan 18 peserta dalang dewasa.
Kegiatan tersebut rencananya akan dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos., Jumat (03/08) sore. “ Program ini dimaksudkan agar kesenian wayang dapat terpelihara dengan baik. Sebab memiliki nilai nilai luhur yakni tontonan dan tuntunan,” kata Kabid Pelestarian dan Warisan Budaya Disbud, H. Chairul Agus Mantara, S.I.P., M.M., Rabu (01/08) dikantornya. Kompetisi mencari nomor dengan kriteria antara lain; penampil terbaik, lelucon, sabet dan wicara. Nantinya diambil 2 terbaik dalang anak-anak dan 2 terbaik dewasa. Diungkapkan, festival ini diselenggarakan setiap tahun serta memberikan target latihan bagi sanggar dan masyarakat. Artinya bagi pelatihan pedalangan didesa atau kecamatan, dapat berkompetisi dalam festival ini. “Sehingga dapat dilihat bagaimana kemajuan pedalangan anak dan dewasa. Bahkan bekerjasama dengan Perpadi, dinas memberikan kesempatan bagi dalang muda untuk menjadi dalang pucukan yang diselenggaran Disbud pada 38 lokasi,” imbuhnya.
Agus menambahkan, festival pedalangan ini berjenjang. Artinya terbaik pada anak-anak dan dewasa akan maju ke tingkat Provinsi DIY pada tahun depan. Pada tahun ini, Gunungkidul meraih prestasi dalang remaja/dewasa prestasi terbaik juara 1 diperoleh Albertus Danang Prakoso, sedangkan anak-anak juara harapan 1 disabet Nando. “ Dewan juri diambilkan dari luar Gunungkidul, baik akademisi maupun praktisi. Penutupan rencananya juga akan dilakukan bupati. Targetnya tahun depan akan memberikan prestasi terbaik,” jelasnya.
[PIC1]

