Gunungkidul – Festival Watu Payung yang diselenggarakan selama dua hari yakni 19-20 Oktober 2019 dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos., Sabtu, (19/10).
[PIC1]
Sektor Pariwisata merupakan kekuatan ekonomi baru untuk Kabupaten Gunungkidul. Industri pariwisata sudah membuktikan usaha terdepan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang berarti juga menurunkan angka kemiskinan.
[PIC2]
Festival Watu Payung ini hendaknya menjadi pengungkit kegiatan ekonomi zona barat Gunungkidul. Objek wisata (Obwis) Watu Payung yang dikarunia keindahan alam, juga harus digarap menjadi pusat industri wilayah barat yang handal untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos., saat membuka festival Watu Payung di Pedukuhan Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang.
Prosesi festival diawali congkokan, kemudian dibuka bupati dengan gejok lesung dan pemotongan tumpeng. Dilanjutkan dengan sosialisasi geopark oleh GM Geopark Gunungsewu, Drs. Budi Martono M.Si., kepada sekitar 50 siswa SMP di pendopo Watu Payung.
Sosialisasi geopark dalam rangka memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang perlunya perawatan alam dengan pelestarian alam yang ada, diantaranya dengan membuat kawasan geopark. Anak-anak harus mengetahui sejarah dan pentingnya geopark, agar mereka dapat menjadi generasi penyambung dalam memelihara alam semesta.
Selain gejok lesung, festival dimeriahkan, karawitan Mayangkoro, Jatilan Turonggo Budoyo, upacara cangkokan, reog rekso budoyo dan campursari Argansa serta dari UKM binaan Disperindag dan masyarakata sekitar.
Tampak hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pariwisata,Kepala Dinas Kominfo,Kepala Dinas Kebudayaan dan sejumlah undangan lainnya.

