Gunungkidul – Membangun dunia maya melalui internet sehat dan aman menuju masyarakat cerdas, kreatif dan produktif merupakan salah satu program pemerintah.
[PIC4]
Internet dapat menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi pengguna. Namun, penggunaannya haruslah sehat dan aman, karena internet pun memiliki sisi negatif, kata Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Wiryanta, saat memberikan sambutan pada acara Dialog Interaktif Pertunjukan Rakyat “internet sehat dan pengembangan cinta tanah air” dengan media seni pagelaran wayang kulit, Sabtu, (06/04), di Lapangan Sambirejo, Kecamatan Ngawen.
[PIC3]
Lebih jauh dikatakan, Wiryanta, diselenggarakannya wayang kulit ini, tidak lain tujuannya adalah untuk melestarikan budaya yang benar-benar merupakan budaya kita.
[PIC1]
“Gunakan internet untuk hal positif, silaturahmi, berbisnis dan sebagai pendukung pendidikan”
Serta ajakan, (17/04) mendatang, agar hadir ke TPS untuk menjalankan hak dan kewajiban demokrasi, menentukan masa depan, untuk pemimpin bangsa (presiden) serta pemilu legislatif, tentunya agar tetap menjaga kerukunan, pilihan boleh beda tetapi kita tetap satu. Dialog informatif ini juga dalam rangka mengembangkan nilai-nilai kbangsaaan dan cinta tanah air, untuk mempersatukan serta penggunaan internet sehat.
Sementara pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, S.Sos., M.M., menyampaikan, berkaitan dengan kemajuan Teknologi Informasi (TI) saat ini, meminta para orang tua agar lebih memantau dalam memerhatikan putra putrinya, dalam pemanfaatan internet. “jangan mudah menyebarluaskan informasi-informasi yang belum jelas dan tidak benar atau hoaks”, jelasnya.
Dirinya meminta agar jari-jari kita tidak melebihi kecerdasan dan kecepatan dari pemikiran kita, artinya sebelum jari-jari mengoperasikan apapun sebaiknya dipikirkan dampak-dampaknya. Serta meminta agar kemajuan TI dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif bagi diri-sendiri serta bangsa dan negara.
“Terlebih pada masa pemilu seperti ini agar lebih berhati-hati, lebih menjaga diri, dan meminta agar masyarakat dapat mendukung suksesnya pemilu 2019, dengan cara menciptakan kamtibmas, menjaga persatuan dan kesatuan”, pungkasnya.
Serta ajakan, (17/04) mendatang, agar hadir ke TPS untuk menjalankan hak dan kewajiban demokrasi, menentukan masa depan, untuk pemimpin bangsa (presiden) serta pemilu legislatif, tentunya agar tetap menjaga kerukunan, pilihan boleh beda tetapi kita tetap satu.
Dimulainya pagelaran wayang kulit lakon “Bimo Suci” ditandai dengan penyerahan secara simbolis wayang Bimo dari Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Wiryanta kepada dalang Ki Anom Dwijo Kangko disaksikan Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul. (*tim_IKP)

