Jogjakarta – Gubernur DIY Sri Sultan HB X, melantik Bupati terpilih H Sunaryanto dan Wakil Bupati Heri Susanto, S.Kom, M.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul masa bakti 2021-2024, hasil pemikukada serentak 9 Desember tahun 2020 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat(26/2).
Bersamaan pada kesempatan tersebut Gubernur juga melantik bupati dan wakil Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa, SE., Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo.[PIC2]
Dalam sambutannya Gubernur mengatakan bahwa pelantikan telah sesuai dengan pasal 164 Undang-Undang Nomer 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, maka sumpah jabatan dan pakta integritas dinyatakan sah.
Terlebih lagi dengan status keistimewaan DIY secara lex-specialis selayaknya lebih mengukuhkan koordinasi kebijakan dengan Pemda DIY. Koordinasi dan sinergi bukan berorientasi kekuasaan tetapi pada keterpaduan program agar pelaksanaanya memiliki daya guna dan hasil guna yang optimal bagi masyarakat.
Lebih lanjut Gubernur meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati dalam awal pemerintahan untuk segera membelanjakan APBD dan Danais TA. 2021, agar ekonomi masyarakat mulai pulih untuk segera bangkit pada pasca vaksinasi nasional, yang juga sebagai program simultan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah, melalui kebijakan pemberdayaan UMKM dan penyusunan daftar prioritas investasi daerah dengan cara-cara yang extra ordiner dalam situasi darurat Covid-19 saat ini.
” Jika Bupati bermaksud memasukan program untuk menepati janji Pilkada, setelah dipilih mana yang urgen bagi masyarakat, silahkan disispkan pada anggaran perubahan dan pembahasan RKPD TA. 2022″ kata Sultan.
Bupati harus menjadikan Forkopimda ikatan Collective Leadership yang berkualitas negarawan, selain itu membuka dialog personal dengan kandidat lain untuk mengadopsi dan mengadaptasi program-programnya yang bermanfaat bagi rakyat . Penggunaan simbol-simbol budaya dan pendayagunaan simpul – simpul komunikasi secara kreatif perlu lebih di kembangkan. Dengan demikian sekaligus menghilangkan sekat-sekat sosial guna memperkuat kembali kohesi sosial, dengan merapikan kursi-kursi yang berantakan dan sampah-sampah berserakan bakda pesta demokrasi usai.
Dalam konteks kekinian ada baiknya kita merefkeksi pidato Bung Karno 17 Agustus 1945 yang mengingatkan ” janganlah pemilihan umum menjadi arena pertempuran politik demikian rupa hingga membahayakan keutuhan bangsa” tandas Sultan.
Gubernurpun berharap agar semua elemen pemerintahan dan masyarakat membantu Bupati atau Wakil Bupati dalam melaksanakan agenda pembangunan, sehingga partisipasi dannkerjasama sinergis itu memberi jaminan rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat.
Sitambahkan oleh sultan bahwa masing masing Kabupaten memiliki kekayaan alam yang langka, Kabipaten Sleman dengan Gunung Api Merapi memicu minat para ahli vulkanologi dunia untuk menguak misterinya serta keberadaan UGM dan UII sebagai Universitas Negeri tertua di Indonesia disamping kampus lainya.[PIC1]
Sedangkan Bantul dengan wisata pantai Parangtritis yang terkenal juga kekayaan alam Gumuk pasir Barchan di Parangkusumo, merupakan fenomena alam langka yang hanya ada di Mexico, jamparan bukit pasir pantai yang luas menarik wisatawan penggemar sandboarding leluasa memilih tempat dan menikmati setiap moment yang jarang bisa di dapatkan di lokasi lain.
Adapun Gunungkidul terbayangkan sebagai daerah gersang, berbatu dan nonproduktif, padahal kini menyuguhkan misteri pesona alam dengan panorama luar biasa indah bagaikan surga yang tetabaikan.
Dalam pendayagunaan potensinya berupa kelangkaan dan kekayaan alam bukit karst serta sungai dan gua bawah tanah, selain keindahan pantai berpasir putih yang tiada duanya, pemanfaatanyapun harus mampu meningkatkan kesejahteraan. Karena geopark juga membawa konsep menyejahterakan masyarakat berbasis konservasi geo-Heritage. Selain konservasi diperlukan dua unsur mutlak lainya yaitu ekonomi sebagai syarat keberlanjutan status UNESCO Global Geoparks.
Kawasan Gunungsewu menjadi obyek penelitian berbagai ilmu yang langka seperti paleontologi, studi fosil tentang manusia, tanaman dannhewan purba serta speleologi atau ilmu penyibak misteri gua, bukan hanya kabupaten yang berbatasan dengan laut selatan saja.
Di akhir sambutanya pun Gubernur berharap kepada Bupati terlantik mampu meresapkan budaya dagang layar dalam arti mengambil spiritnya yakni menjadikan budaya kerja “dinamis” bagi aparat maupun masyarakatnya.
Ditambahkan dalam konteks DIY lebih pada penegakan keistimewaan DIY menuju kesejahteraan rakyat yang berkualitas, sehingga Bupati atau Wakil Bupati cerdik mengatur skala prioritas agar program-programnya bermanfaat bagi masyarakat.
Diakhir sambutanya Gubernurpun mengucapkan terimakasih kepada bupati lama atas pengabdianya dan mengucapkan selamat bekerja dan mengabdi kepada bupati terlantik serta tetap menekankan dalam penanganan covid -19 dan dampaknya serta mensosialisasikan vaksinasi.
Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Sekretarid Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT serta sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul dan tamu undangan terbatas.

