Guna Tingkatkan Pembangunan Daerah, Bupati Bersama BPTP DIY Lakukan Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Kedelai dan Penyemaian Kopi

Gunungkidul – Guna meningkatkan pembangunan di Gunungkidul salah satunya di sektor pertanian, Bupati Gunungkidul bersama dengan BPTP D. I. Yogyakarta dan Dinas Pertanian melakukan Gerakan Pengendalian OPT tanaman kedelai dan penyemaian kopi bersama dengan Gapoktan Kalurahan Natah didaerah Dusun Natah, Nglipar Gunungkidul, Rabu(27/07).

Kegiatan diawali dengan menuangkan pupuk ke alat spryer secara simbolis oleh Bupati Gunungkidul, dilanjutkan dengan penyemprotan pupuk organik oleh Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta bersama Kepala Dinas Pertanian Rismiyadi dan Gapoktan Kelurahan Natah di area kebun kedelai seluas 50 hektar.

Adapun Kedelai yang ditanaman adalah varietas Grobogan  bantuan dari pemerintah daerah Gunungkidul. Selain benih, pemerintah juga memberi bantuan berupa pupuk npk, pupuk cair dan pestisida yang dibagi untuk 5 kelompok Gapoktan Kelurahan Natah.

Seusai penyemprotan pupuk organik dilanjutkan dengan penyemaian kopi yang lokasinya tidak jauh dari area kebun kedelai.
Benih kopi tersebut  adalah hasil dari sinergitas dengan Universitas Gajah Mada (UGM) dengan varietas arabica.

Kepala Seksi Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan pada UPTD BPTP Agnes Prabawati Dwiaryani menyampaikan butuh sinergitas yang baik dalam pengendalian hama agar mendapatkan hasil yang maksimal,

“Menggunakan bahan yang alami tidak berbahaya dan aman, pupuk yang kita pakai pun produk lokal dari daerah purwosari,” ucapnya.

Ia juga berpesan untuk saling mendukung produksi lokal, utamanya dalam sektor pertanian seperti produksi pupuk organik untuk menuju petani mandiri.

[PIC1]

Dalam kesempatan ini Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta mengatakan bahwa  potensi didaerah Kelurahan Natah ini bagus namun sarana dan prasarana perlu dibenahi seperti perlunya sumur untuk pengairan tanaman.

Ia juga mengapresiasi Gapoktan Natah yang sudah menggunakan pupuk organik karena ramah lingkungan dan alternatif guna kemandirian pertanian,

“Penggunaan pupuk organik ini cukup bagus, selain ramah lingkungan tetapi juga dapat memangkas anggaran,” ucapnya.

Bupati berharap petani Gunungkidul bisa menjadi petani mandiri dengan bersinergi dari berbagai bidang di sektor pertanian.