Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos, menghadiri silaturahmi ulama dan umaro Kabupaten Gunungkidul, yang digelar di Aula Kantor Ma’arif PCNU Wonosari, Senin (13/02/2017). Turut hadir pada acara ini Wakil Bupati Dr. H. Imawan Wahyudi, M.H sekaligus sebagai Ketua Satgas Berani Hidup, Sekretaris Daerah Drajad Ruswandono, Kapolres Gunungkidul AKBP. Nugrah Trihadi, SIK., Dandim 0730/Gunungkidul Letkol. M. Taufik Hanif, Sekretaris Badan Kesbangpolinmas Wahyu Nugroho beserta jajaran, Ketua FKUB H. Iskanto beserta jajaran, Nara sumber dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ., para ulama dan tokoh agama Gunungkidul.
Silaturahmi yang dilaksanakan ini sebagai salah satu upaya antisipasi mencegah dan menurunkan faktor resiko bunuh diri yang pada akhir-akhir ini ada peningkatan di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu sebagai langkah yang sangat positif dalam menghadapi permasalahan di daerah, silaturahmi ini juga sebagai perekat hubungan kerja antara pemerintah dengan pemuka agama yang ada di Gunungkidul. Tokoh agama atau Ulama di wilayah Kabupaten Gunungkidul memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sekaligus sebagai motor penggerak dan figur teladan pembangunan bagi masyarakat disekitarnya.
Dalam sambutannya Bupati Hj. Badingah menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang sudah mengerahkan babinkamtibmas dan juga satgas Berani Hidup yang sudah melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait fenomena bunuh diri yang terjadi saat ini.
“ Mungkin ini dikarenakan beban dari masyarakat itu sendiri yang disebabkan dari depresi, sakit menahun, dan kami mohon bagaimana upaya kita bersama untuk mengikis mitos-mitos yang ada di masyarakat “. Tegas Hj. Badingah. Ditambahkan Bupati Gunungkidul pentingnya peran ulama dan umaro memiliki pengaruh yang sangat besar dan penting untuk menyukseskan setiap program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah.
“Sebagai figur panutan masyarakat muslim yang didengar suaranya, memiliki peran yang strategis dalam mengayomi dan mendidik umat terutama dalam menanamkan kesadaran untuk beramar ma ruf dan nahi munkar serta membangun dirinya untuk bisa menyongsong hari esok yang lebih baik”.harap Hj. Badingah diakhir sambutannya.
dr. Ida Rochmawati dalam paparanya menegaskan bahwa bunuh diri merupakan masalah yang sangat komplek karena tidak diakibatkan oleh penyebab tunggal. “ Tindakan tersebut adalah akibat dari interaksi yang komplek dari factor biologic, genetic, psikologik, social, budaya dan lingkungan “.kata dr. Ida R.
Ditambahkannya sulit untuk menjelaskan mengenai penyebab beberapa orang memutuskan untuk melakukan bunuh diri, sedangkan yang lain dalam kondisi sama bahkan lebih buruk tetapi tidak melakukannya. Meskipun demikian tindakan bunuh diri (terdiri atas bunuh diri dan percobaan bunuh diri) pada umumnya dapat dicegah, dengan segera memberikan pertolongan kepada orang-orang yang mengalami depresi, itu adalah salah satu dari pertolongan yang paling dini dalam melakukan pencegahan bunuh diri. “ Sebenarnya angka bunuh diri dimanapun hampir sama, hanya saja di Gunungkidul dengan cara gantung diri, sehingga informasi diluar menjadi sangat unik “.tandasnya.
Sementara itu panitia silaturahim yang juga Ketua PCNU Gunungkidul H. Arif Gunadi, melaporkan, tema kegiatan ini adalah dalam rangka mensikapi meningkatnya angka bunuh diri yang terjadi saat ini, serta upaya-upaya pencegahannya.(marno/soera)
[PIC1]

