Gunungkidul – Masyarakat Padukuhan Pringombo, Kalurahan Proingombo, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul menggelar acara Rasulan atau bersih desa. Kegiatan digelar sangat meriah dengan menghadirkan pawai budaya.
Ratusan orang dari Padukuhan Pringombo A, B dan C ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti pawai budaya dengan jarak kurang lebih 2 Kilometer yang disaksikan langsung oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta dan dinas terkait di pangung kehormatan.
Lurah Pringombo Ermina Kristiani Susanti mengatakan, pawai budaya dalam rangka bersih desa diikuti oleh 20 RT dari 3 padukuhan. Bahkan pihaknya mengeluarkan himbauan untuk menggunakan bahasa jawa dan pakaian kejawen jangkep gagrak Jogjakarta dalam acara tersebut.
[PIC3]“Maksud daya agar masyarakat bisa mencintai dan melestarikan tradisi yang ada,” katanya, Rabu (6/8/2022).
Pihaknya juga mengajak seluruh warga yang hadir memaknai bersih desa atau rasul sebagai upaya membersihkan jiwa raga, bersih lahir batin dan masyarakat harapannya akan terhindar dari bencana juga segala macam penyakit sehingga terwujud masyarakat yang ayem tentrem.
“Sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari bersih bersih jiwanya,” paparnya.
Sementara Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, bersih desa atau rasul di Gunungkidul sebagai bentuk kearifan lokal yang didalamnya terdapat budaya gotong -royong dan kerjasama warga masyarakat. Bupati berharap kegiatan ini terus dilestarikan.
“Saya kagum dengan semangat masyarakat dikalurahan ini. Sehingga tidak terasa saya melihat pertunjukan selama 4 jam. Ini rekor terlama saya mengikuti rasulan,” papar Bupati.
Banyak kebudayaan yang ditampilan dalam kirab budaya yang diikuti 20 RT tersebut diantaranya reog, toklik, hadroh, dan kesenian jaranan. Kemudian penghujung acara seluruh warga mengadakan kenduri dibalai padukuhan setempat.

