[PIC1]
Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menghadiri Puncak Resepsi Peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Kapanewon Ponjong, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan doa bersama, dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ponjong, dan diakhiri dengan kembul bareng 50 ingkung di Kalurahan Sumbergiri.
Ketua Panitia MWCNU Ponjong, Rojak Harudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru MWCNU Ponjong menjadi langkah strategis dalam memperkuat keberadaan organisasi di tingkat kecamatan.
Ia menjelaskan, pembangunan gedung tersebut dimulai tanpa modal awal. Namun, proses pembangunan mendapat dukungan penuh dari pengusaha lokal, yang menjamin ketersediaan material pembangunan.
“Pembangunan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong warga. Kami optimistis gedung ini dapat selesai tepat waktu berkat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi,” ujar Rojak Harudin.
Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri tokoh agama, pengurus NU, serta masyarakat setempat yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sarana organisasi menjelang memasuki abad kedua NU.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan bahwa momentum satu abad Nahdlatul Ulama memiliki arti strategis bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, NU selama ini telah berperan konsisten dalam menjaga nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat kebangsaan, serta menjaga persatuan nasional di berbagai fase sejarah.
Ia menilai tema peringatan satu abad NU, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, mencerminkan komitmen NU dalam menata masa depan bangsa.
“Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor MWCNU Ponjong merupakan langkah visioner. Gedung ini diharapkan menjadi pusat penguatan organisasi, dakwah moderasi beragama, kaderisasi, serta pelayanan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Joko Parwoto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menempatkan kolaborasi dengan organisasi keagamaan, khususnya NU, sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan administratif, melainkan juga membutuhkan kekuatan nilai, etika sosial, serta keteladanan moral yang selama ini dijaga oleh NU.
Menurutnya, visi pembangunan Kabupaten Gunungkidul diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan berkelanjutan, pemerataan pembangunan wilayah, serta penguatan karakter sosial budaya masyarakat.
Dalam konteks tersebut, nilai-nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal yang dikembangkan NU dinilai memiliki relevansi kuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mendorong peran aktif NU dalam penguatan pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas, penguatan ketahanan sosial di tengah perubahan zaman, serta pencegahan potensi konflik sosial melalui pendekatan keagamaan yang moderat dan solutif.
“Sinergi antara ulama dan umara menjadi fondasi penting agar pembangunan tetap berpihak kepada masyarakat. Pemerintah daerah membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan NU dalam merumuskan dan melaksanakan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia meyakini, dengan jaringan NU yang kuat hingga tingkat akar rumput, pembangunan di Gunungkidul akan berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkeadilan.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat memperingati Harlah Nahdlatul Ulama ke-100 M, serta berharap pembangunan Gedung Kantor MWCNU Ponjong dapat berjalan lancar dan menjadi pusat kebermanfaatan bagi umat dan masyarakat luas.

