Gunungkidul – Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh Hari Sukmono Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul pada acara sosialisasi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark putaran kedua yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2016 di Balai Pertemuan Goa Pindul, Bejiharjo, Karangmojo dengan peserta terdiri dari pelajar dan guru pembimbing geografi dari sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Karangmojo serta perwakilan pokdarwis yang ada di Karangmojo. Selain nara sumber dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI juga ada nara sumber Hari Sukmono, ST dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul.
[PIC1] [PIC3]
Dalam paparannya Hari Sukmono menyampaikan tentang pengembangan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul yang berbasis geopark gunung sewu. Dijelaskannya bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki destinasi wisata yang berasal dari tiga daya tarik wisata yang terdiri atas; daya tarik wisata alam (pantai, goa, pegunungan), daya tarik wisata budaya (seni campur sari, rasulan, gumbregan, wayang), daya tarik wisata buatan (embung, wisata wahana air ponjong). Sementara itu destinasi wisata yang paling banyak di Kabupaten Gunungkidul adalah wisata alam dengan ciri khas yang berbeda dengan daerah lain, salah satunya berupa warisan bumi berupa kawasan karst.
[PIC2]
“ Pariwisata Gunungkidul saat ini memiliki nilai tinggi sebagai warisan bumi yaitu kawasan karst “. Kata Hari Sukmono. Ditambahkan Hari sesuai dengan logo geopark yang berbunyi Hamemayu Hayuning Bawono yang secara bebas diterjemahkan bahwa setiap warga masyarakat di Kabupaten Gunungkidul memiliki kewajiban untuk memelihara, menjaga, mempercantik dan melestarikan keberadaan geopark (kawasan karst) yang ada di Gunungkidul. Pada akhir paparannya kepada peserta baik pelajar maupun perwakilan pokdarwis yang hadir dalam menyelenggarakan pariwisata sebagai tuan rumah hendaknya kita menjadi tuan rumah yang baik terhadap wisatawan yang berkunjung di wilayah Kabupaten Gunungkidul.(soera)

