Jumbara dan Temu Karya PMI DIY 2025 Resmi Dibuka, Libatkan 550 Relawan se-DIY

 [PIC3]

Sleman – Upacara pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025 digelar di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Wonokerto, Turi, Sleman, Sabtu (27/9/25). Acara yang diikuti oleh 4 kabupaten dan 1 kota se-DIY ini dipimpin langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X selaku pembina upacara.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Gunungkidul beserta jajaran pengurus PMI Gunungkidul, bersama para kontingen PMI dari seluruh wilayah DIY.

 

Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, yang sekaligus membuka rangkaian kegiatan.

 

Ketua PMI DIY GBPH H. Prabukusumo, menegaskan bahwa Jumbara dan Jumtek merupakan ajang penting bagi Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

 

“Relawan adalah jantungnya organisasi, garda terdepan dalam tugas kemanusiaan PMI. Melalui kegiatan ini, sinergi antarrelawan, masyarakat, dan stakeholder semakin diperkuat,” ujar Gusti Prabu, sapaan akrabnya.

 

Dengan mengusung tema “Profesional, Responsif, dan Berkelanjutan”, kegiatan Jumtek dikemas dalam bentuk perkemahan. Tiga agenda utama dilaksanakan, yakni Jumpa Temu, Bakti Karya, dan Sahabat Gembira.

 

Agenda Jumpa Temu mencakup workshop promosi kesehatan, hukum humaniter internasional untuk PMR, lokakarya aksi peringatan dini, tactical floor game erupsi Merapi, hingga pelatihan jurnalistik dasar. Sementara Bakti Karya melibatkan masyarakat setempat dalam donor darah, pemeriksaan kesehatan, peta risiko bencana, serta edukasi kesiapsiagaan berbasis keluarga.

 [PIC2]

Dalam sambutan tertulis Gubernur DIY yang dibacakan Wakil Gubernur, disampaikan bahwa PMI telah menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, dan sosial. Jiwa kerelawanan disebut sebagai prinsip dasar PMI yang harus diwariskan lintas generasi.

 

Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X menambahkan, Jumtek merupakan sarana pembinaan generasi muda dalam Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, sekaligus wadah evaluasi kapasitas relawan PMI.

 

“Generasi muda harus diajak meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat DIY merupakan daerah rawan bencana seperti gunung api, banjir, longsor, hingga tsunami,” tegasnya.

 

Kegiatan Jumbara dan Jumtek PMI DIY 2025 ini diharapkan melahirkan gagasan, inovasi, dan komitmen baru untuk memperkuat pelayanan PMI serta menjawab tantangan kemanusiaan di masa depan.