Kapolres Gunungkidul Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tangkal Hoax

Gunungkidul-Senin (30/4) sehabis isyak telah berlangsung pengajian akbar dalam rangka menyambut Ramadan 1439 H di Masjid Al-Kautsar, Sambirejo, Semanu, Semanu, Gunungkidul. Acara ini diselenggarakan oleh FK3I (Forum Komunikasi dan Koordinasi Kegiatan Islam) yang merupakan forum takmir dari 5 masjid dan 7 musala di wilayah dusun Sambirejo, Nitikan Barat, dan Ngringin, Desa Semanu.

Ratusan warga Muslim, tua, muda, besar, kecil, hadir di acara ini, duduk santai lesehan beralaskan tikar di serambi dan pelataran Masjid Al-Kautsar, Sambirejo, Semanu. Hadir pula dalam acara ini jajaran perangkat Desa Semanu, Kapolsek Semanu, juga para takmir FK3I. Sebagai pembicara dalam acara ini adalah AKBP Ahmad Fuady, SH, SIK, MH, Kapolres Gunungkidul yang akhir-akhir ini memang giat berceramah di forum-forum pengajian. Menurut informasi, selain mampu berceramah dengan baik, beliau juga dikenal hafal Alquran 30 juz.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua FK3I, Drs Ngawetno, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sudah menjadi hal yang rutin dilaksanakan setiap menjelang datangnya bulan Ramadan. Harapannya, agar kaum Muslim yang tercakup oleh FK3I benar-benar siap secara mental dan spiritual untuk menyambut datangnya bulan suci, sehngga bisa menunaikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan Sekdes Semanu, mewakili Kades yang berhalangan hadir, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena merupakan bagian dari upaya meningkatkan semangat keberagamaan di kalangan warga. Sekdes berharap agar penceramah, yakni Kapolres Gunungkidul, bisa memberi tausiyah yang mencerahkan untuk menebalkan iman dan menyiapkan mental menghadapi datangnya bulan Ramadan tahun ini.

Dalam tausiahnya selama kurang lebih 1,5 jam, Kapolres Ahmad Fuady, pada intinya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi menjaga keutuhan bangsa. Kapolres minta seluruh warga berhati-hati di tahun politik sekarang ini, khususnya terkait dengan menjalarnya berita-berita atau postingan di media sosial yang sangat berpotensi berbau hoaks dan ujaran kebencian. Kapolres mengutip QS Al-Hujurat: 6, hal mana di dalamnya ada perintah kepada kaum Muslim untuk mengklarifikasi terhadap berita-berita yang kita terima, atau lazim disebut tabayyun, agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Berita-berita yang mengandung kebencian dan hoaks, lanjut Kapolres, juga akan sangat merugikan orang lain, baik secara langsung atau tidak langsung.

Hal lain yang disampaikan oleh Kapolres adalah bahwa setiap Muslim wajib memiliki tiga hal yang terkait satu sama lain, yakni iman, ilmu, dan amal. Seseorang harus memiliki iman yang kuat, karena menjadi landasan untuk menjalani hidup di dunia dan persiapan menuju akhirat. “Tetapi,” ujar Kapolres yang juga lulusan Madrasah Diniyah ini, “iman saja tidak cukup. Harus diimbangi dengan amal. Tanpa amal perbuatan, iman kita tak akan berguna kelak di akhirat. Namun demikian, amal tidak akan diterima di sisi Allah tanpa dilandasi dengan ilmu. Maka umat Islam, siapa pun dia, wajib menuntut ilmu. Setiap Muslim hukumnya wajib belajar, sejak di ayunan hingga liang lahat. Wajib di sini bukan wajib kifayah, tetapi wajib ‘ain. Jadi tanpa pandang bulu, kita semua wajib mencari ilmu, untuk bekal di dunia dan di akhirat.”

Kurang lebih jam 22.00 WIB, acara selesasi dan ditandai dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kapolres Ahmad Fuady.(SR/*tim_ikp)

[PIC1]