Gunungkidul – Ditengah masa adaptasi tatanan kehidupan baru New Normal dan telah diterbitkannya Peraturan Bupati tentang pelaksanaan kegiatan dengan protokol kesehatan. Berpedoman pada peraturan tersebut warga masyarakat Dusun Salam Patuk menggelar kegiatan pelestarian adat tradisi rasulan merti dusun dengan kesederhanaan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh 4 dusun yang ada di Kalurahan Salam Kapanewon Patuk.
Kegiatan tersebut di selenggarakan dengan mengelar kenduri sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah yang diberikan.
Menjadi agenda rutin tahunan merti dusun ini di selenggarakan di tanah kebun sekitar lokasi sumber mata air Beluk Gedhe yang tidak pernah kering meskipun di saat kemarau panjang.[PIC1]
Kegiatan merti dusun Salam Patuk ini juga di hadiri Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas penanganan Covid-19 Dr. Immawan Wahyudi,MH dan RM Kukuh hertriasning wayah dalem HB VIII.
Lurah sajido menuturkan kegiatan pelestarian budaya tidak seperti pada tahun sebelumnya yang dilaksanakan terpusat di balai desa,Bersih dusun ini di selenggarakan oleh 4 RT. Hal ini dilakukan mengingat masih dalam kondisi pandemi, dan kegiatannya tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga di kemas sesederhana mungkin sesuai kesepakatan warga.
Sumber mata air Beluk Gedhe desa salam menjadi pilihan tempat dilaksanakan kenduri karena memiliki sejarah oleh para leluhur.
Wildan pengurus karang taruna mengatakan protokol kesehatan menjadi yang terpenting meski tidak banyak warga yang hadir hanya dari 4 RT tapi tetap menekankan disiplin protokol kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker dan sebisa mungkin jaga jarak.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dr. Immawan Wahyudi, MH yang ikut hadir Merasa bersyukur dan memberikan apresiasi dengan dilaksanakan bersih dusun ini, kegiatan ini sebagai bagian dan upaya menjaga kelestarian adat tradisi, budaya di Gunungkidul sekaligus semakin menguatkan modal sosial sebagai ciri khusus kabupaten Gunungkidul dengan guyup rukun, kegotong-r oyongan.[PIC2]
Meski perbub penyelenggaraan hajatan sudah eluar sebagai bagian pedoman penyelenggaraan kegiatan- kegiatan masyarakat.
Namun juga harus di ikuti protokol kesehatan, sehingga dapat meminimalisir paparan virus covid-19.
RM. Kukuh Hetriasning yang hadir juga mengapresiasi pelaksanaan merti dusun tersebut, sebagai bagian upaya menguri-uri budaya . Yogyakarta sebagai kota budaya tidak lepas dari peran kabupaten
Gunungkidul menjadi cikal bakal tradisi budaya. Berharap dengan kemajuan zaman juga mengiringi pelestarian seni tradisi yang semakin berkembang pula tanpa mengurangi makna dan esensi dari adat tradisinya yang berdampak peningkatanyh ekonomi dan dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat.

