Kodim Gunungkidul Angkat Air Dari Goa Sedalam 1,2 Km

[PIC1] GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Jajaran Kodim 0730 Gunungkidul  bekerjasama dengan instansi terkait berhasil mengangkat mata air dari sumber air bawah tanah yang ada di Goa Bulujajar Desa Jepitu Kecamatan Girisubo dengan kedalaman air mencapai 1.200 meter (1,2 kilometer). Proses pengangkatan air bersih dari dalam goa tersebut semula dijadwalkan memakan waktu kurang lebih 4 bulan.

“Air dari dalam tanah sedalam 1,2 kilomter sudah berhasil kita angkat dan harapannya dapat mengatasi persoalan air di 8 desa,” kata Komandan Kodim 0730 Letkol Noppy Laksana Armiyanto, Senin (20/08/2019).

 

Khusus dalam pengerjaan fisik, Jajaran Koodim Gunungkidul menjadwalkan tiap hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan kegiatan lapangan dan membantu terwujudnya program pengangkatan air bersih dari dalam Goa Bulujajar ini. Dengan keberhasilan mengangkat sumber mata air ini kedepan diharapkan akan menjadi pilot projek untuk wilayah lain untuk  mengatasi kekeringan yang tiap tahun melanda warga  Gunungkidul.

Khusus dari sumber air ini nantinya akan mampu mensuplai air bersih 6 Desa, Jepitu, Jerukwudel, Karangawen, Nglindur, Pucung, Songbanyu dan Tileng Kecamatan Girisubo. Bahkan dimungkinkan karena debitnya cukup besar bisa untuk mencukupi kebutuhan air di sejumlah desa Kecamatan Tepus.

Setidaknya dengan keberhasilan ini diharapkan mampu dijadikan acuan di wilayah lain, karena di Kabupaten Gunungkidul banyak ditemukan sumber air di bawah tanah yang hingga kini belum dapat dieksploitasi. “Cukup banyak potensi air di bawah tanah yang hingga kini belum dapat ditangani untuk mengatasi kekeringan dan persoalan air,” imbuhnya.

Menurut  Noppy dalam upaya mengangkat air dari dalam goa ini jajaran Kodim Gunungkidul bekerjasama dengan pihak terkait lainnya. Sesuai dengan rencana,  setelah air ini berhasil diangkat segera akan dipasang instalasi dengan menggunakan sistem grafitasi.

Dalam uji coba yang sudah dilakukan ternyata berhasil dengan baik dan lancar karena itu dia berharap nantinya segera dapat dipasang sarana khususnya mesin pompa untuk menaikkan air dari dalam tanah. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Gunungkidul dan Propinsi DIY agar sejumlah wilayah yang memiliki potensi air bawah tanah bisa digarap untuk mengatasi masalah air bersih,” terangnya. (Bmp)