Kunjungan Kerja Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI penanganan Antraks

Gunungkidul – Kunjungan kerja Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr. Anung Sugihantoro, M. Kes diterima bupati Hj Badingah,S.Sos di Rumah Dinas jalan Satria,Jumat 17/1.

Kasus Antraks yang terjadi di wilayah  Gunungkidul ini  mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan RI.

Bupati Hj. Badingah,S.Sos menyampaikan bahwa penanganan antraks di Gunungkidul telah dilakukan secara komprensif meliputi kesehatan manusia,lingkungan dan hewan serta aspek lainya seperti kebijakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat , pengupayaan perumusan kebijakan pemberian tali asih kepada peternak yang ternaknya mati di sebabkan virus antraks.  Sinergitas OPD untuk  mengedukasi masyarakat memberi  pemahaman yang benar tentang antraks juga telah diupayakan.

Ditjen P2P dr. Anung Sugihantoro, M. Kes, mengatakan Kementerian kesehatan Mengapreasiasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul  dalam menangani permasalahan antraks.  Kementerian melalui kunjungan ini  memastikan untuk hal-hal lain yang akan diupayakan mendukung  penyelesaian masalah antraks, dukungan tersebut meliputi melakukan pelatihan guna  meningkatkan kemampuan melihat, menganalisa, mengdiaknosa  adanya kerawanan antraks.

[PIC2]Selain itu Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Propinsi  juga menyerahkan saran ALat Pelindung Diri ( APD ) bagi tenaga kesehatan berupa sepatu boot, masker, sarung tangan maupun spot dan kacamata karena melihat kerawanan potensi penularan Antraks.

Ditjen juga  menyampaikan untuk kesehatan hewan tentu tidak sebatas  pada penanganan pada hewan saja  tetapi juga pada mekanisme perdagangan  hewan, mengingat populasi ternak di gunungkidul yang mencapai 70 % dari populasi di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga pengawasan secara ketat diperlukan.  Selain memastikan hewamya sehat  juga perlu dilakuka pengawasan  trasportasi ternak  dari Gunungkidul ke luar daerah maupun sebaliknya , upaya lebih  meluas lagi mengenai pengelolaan tetang sarana pemotongan hewan, sarana pemotongan hewan di Gunungkidul belum memiliki dan baru akan di upayakan secepatnya. Sedangkan  untuk pengawasan lingkungan meliputi ekosistem hewan,  kandang ,pasar, pakan, dan pupuk perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan.

Permasalahan antraks ini Kementerian Kesehatan  tidak hanya fokus di DIY saja tetapi di daerah lain seperti di Jawa Timur. Dengan berbagai upaya ini memastikam masyarakt lebih aman lebih nyaman bahwa kejadian antraks ini bisa di atasi.

Hadir dalam kunjungan kerja ini Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono,MT., Asisten II Ir. Asman Latief, Kepala Dinas Kominfo Kelik Yuniantoro,S.Sos,MM, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bambang Wisnu Broto, Sekdin Kesehatan, kabid P2P Prov DIY dr. Berti., Kepala BBTKL dr. Irena Kepala Subditzoonosis dr. Eva dan Kepala KKP Agus Syah.