Gunungkidul – Lembaga kajian Islam dan sosial LKIS yang konsen di bidang pendapingan inklusi berkesempatan melakukan audiensi dengan Bupati di Rumah Dinas, Jumat 28/2/2020. Lembaga yang secara nasional sudah ada di 21 propinsi dan 75 kabupaten kota di Indonesia. Melihat potensi yang ada LKIS yang Memiliki program pemberdayaan masyarakat mencoba melaksanakan program di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Koordinator LKIS Novi bersama beberapa relawannya kepada Bupati mengatakan, lembaga ini bermaksud melakukan sinegitas dengan pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka pendapingan kepada masyarakat. Konsep pemberdayaan tersebut mengajak dan memberikan ruang kepada anak-nanak muda khususnya agar dapat ikut berpartisipasi dan peduli terhadap lingkungan dan kearifan lokal, selain itu sebagai upaya pendorong adanya partisipasi dari kelompok rentan disabilitas agar dapat mengembangkan kapasitas terhadap kelompok rentan, harapanya kelompok rentan tersebut dapat mengembangkan potensi -potensinya sehingga dapat menyumbang pembangunan di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.[PIC1]
Hj. Badingah,S.Sos mengucapkan terimakasih kepada pusat pengembangan pengkajian Islam dan pengembangan masyarakat. disampaikan bupati bahwa Pemerintah Gunungkidul melalui Dinas telah melakukan pendampingan dan program kegiatan yang telah melibatkan inklusi, bahkan pada tahun 2014 sudah masuk dalam kabupaten ramah inklusi.
Namun demikian tentu harapanya adanya lembaga ini bisa memberikan dan membawa kemanfaatan bagi masyarakat Gunungkidul.
Hadir mendampingi Bupati Asek I Drs. Sigit Purwanto, Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Aziz Saleh. Kepala Dinas Sosial Drs. Siwi Iriyanti, M.Si.Kasi Media dan Peliputan Sumarno,S.ST

