LIPI Paparkan Hasil Penelitian Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Gunungkidul

Gunungkidul – Dalam rangka menurunkan angka kemiskinan melalui pencarian model pemberdayaan rumah tangga miskin agar mampu keluar dari perangkap kemiskinan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 2015 melakukan penelitian dengan tema tentang “Strategi Membangun Ketahanan Sosial Budaya Masyarakat Miskin Perkotaan dan Pedesaan” yang salah satu lokasi penelitiannya di Kabupaten Gunungkidul.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dihadapan stakeholder Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Senin (31/07/2017), di Wisma Joglo Samiaji, Wonosari, Gunungkidul. Paparan hasiil penelitan tersebut dikemas dalam kegiatan workshop, dengan judul “Workshop Model Integratif Pemberdayaan Masyarakat Miskin”, yang didalam kegiatan ini melalui metode diskusi dan tanya jawab. Adapun  tahapan kegiatan sebagai berikut; pemaparan hasil penelitian LIPI, tanggapan hasil oleh Wakil Bupati dengan materi, diskusi dan tanya jawab dari peserta.

Kegiatan penelitian dan workshop ini bertujuan untuk memperoleh masukan rumusan kebijakan penaggulangan kemiskinan yang lebih operasional sesuai dengan situasi dan kondisi di Kabupaten Gunungkidul sekaligus sebagai bahan rumusan kebijakan di Pemerintah Pusat

[PIC3]   [PIC2]

Dalam sambutannya Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Immawan Wahyudi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim peneliti dari LIPI atas kepedulian dan perhatiannya kepada wilayah Kabupaten Gunungkidul, semoga hasil penelitian ini akan menjadi dorongan semua lini, sehingga pemerintah daerah mampu menghadapi fakta yang ada sebagai sebuah optimisme dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan dengan cepat dan tepat.

Disampaikan pula bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan sebesar 2,39%, yang pada tahun sebelumnya 21,07% di tahun 2016 turun menjadi 19,34% Rumah Tangga Sasaran (RTS). Salah satu penyumbang menurunya angka kemiskinan ini dari sektor pertanian. Selain sektor pertanian ada pula beberapa upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan itu diantaranya dengan bedah rumah/renovasi sejak kepemimpinan Ibu Badingah tahun 2011 hingga saat ini sudah mencapai sebelas ribu rumah warga, bentuk penaggulangan kemiskinan lainnya melalui program perlindungan sosial (KIS, KIP, BLT, Rastra, PKH), pemberdayaan masyarakat (PNPM, MP3KI, PUAB, KUBE). Namun demikian wakil bupati tetap mengajak kepada seluruh warga masyarakat yang mendapatkan program perlindungan sosial tidak merasa dininabobokan sehingga membuat malas dan memupus semangat motivasi masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya bantuan  agar tetap semangat menumbuhkan optimisme hidup,  jiwa yang berkarya berkreasi dalam memenuhi kebutuhan layak hidup”,pintanya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata dari tim peneliti LIPI kepada Wakil Bupati Gunungkidul, hadir pula pada kesempatan ini, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Azman Latif, Kepala Dinas Kominfo Ir. Purnamajaya, MUM, Kepala Dinas Pertanian Ir. Bambang Wisnubroto, Dr. T. Ju Lan dari LIPI beserta tim, unsur OPD Kabupaten Gunungkidul yang terkait langsung dengan kebijakan penanggulangan kemiskinan, perwakilan dari kecamatan lokasi penelitian (Kecamatan Gedangsari dan Kecamatan Saptosari), perwakilan kepala desa, perguruan tinggi yang ada di Gunungkidul dan perwakilan media massa.(tim_ikp*)

[PIC1]