Gunungkidul – Presiden Joko Widodo, telah resmi melantik Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Periode 2017-2022, Selasa (10/10) di Istana Negara, Jakarta. Mensyukuri pelaksanaan pelantikan yang berjalan lancar, warga masyarakat DIY malaksanakan Kenduri Agung yang serempak digelar, Sabtu (21/10) jam 10.00 WIB., di tiga titik wilayah DIY., yang dikemas dalam tema “Mangayubagyo Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Periode 2017-2022”. Kenduri dilaksanakan di tiga tempat, yaitu kenduri agung Wono dilaksanakan di Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, dan kenduri pesisir dilaksanakan di Laguna Depok Kab. Bantul, dan kenduri gunung dilaksanakan di pelataran Embung Nglanggeran Patuk Kab. Gunungkidul. Lebih dari lima ratus warga masyarakat Desa Nglanggeran mengikuti prosesi mangayubagyo pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, yang diawali dengan kirab tumpeng untuk kembul bujono seluruh pejabat yang hadir bersama warga masyarakat, setelah seluruh rangkaian prosesi selesai. Tidak lupa diselenggarakan panggung rakyat yang menampilkan beberapa kesenial lokal dari Desa Nglanggeran.
Tampak hadir Asisten Keistimewaan Setda DIY., Dr. Didik Purwadi, M.Ec., beserta jajaran, Wakil Bupati Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Unsur Forkompimda, Kepala OPD, Camat Patuk beserta unsur Muspika Kecamatan Patuk.
“Selamat dan turut berbahagia atas dilantiknya Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur dan Sri Paduka Pakualam X sebagai Wakil Gubernur DIY,” tutur Immawan saat menyampaikan sambutan Bupati. Beliau berharap, mudah-mudahan dua pemimpin di tingkat Provinsi ini bisa menjadikan DIY benar-benar istimewa, baik secara batiniah maupun lahiriah.
“Semoga beliau dapat membawa DIY menjadi daerah berasas demokrasi dengan berbasis kerajaan, karena ini suatu keistimewaan yang benar-benar harus dijaga”, tandasnya. Dengan digelarnya kenduri gunung ini, merupakan perwujudan dukungan serta kebanggaan warga masyarakat Gunungkidul terhadap budaya DIY, karena Sri Sultan Hamengkubuwono X telah memberikan perhatian yang istimewa untuk Gunungkidul. Semoga DIY menjadi daerah yang damai, tentram dan sejahtera,” pintanya.
Sementara, Didik Purwadi mewakili Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas apa yang dilakukan masyarakat Gunungkidul, yang telah membuat acara kenduri gunung pada kesempatan ini dengan penuh semangat bersatu berbaur tanpa adanya jarak.
Menurut Didik, kenduri didefinisikan sebagi wujud syukur dan doa untuk menjaga hubungan baik antara manusia dan Tuhannya. Kenduri dilaksanakan dengan doa bersama, jamuan makan bersama dengan memohon keridhoan Tuhan atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, agar diberi kelancaran dalam memimpin DIY.
Seiring dengan doa yang digelar bersama, dimasa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur dan Sri Paduka Pakualam X sebagai Wakil Gubernur DIY yang baru, diharapkan DIY menjadi daerah yang aman, tentram, dan sejahtera. “Kenduri mampu mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan diantara kita, ” terang Didik.
Acara dilanjutkan Kembul Bujono diiringi tarian Tayub, dan kenduri gunung mangayubagyo ini akan dimeriahkan dengan pesta rakyat dan diakhiri pagelaran Wayang Kulit bersama Dalang Cilik Gilang dari Siyono.(*tim_ikp)
[PIC2]

