Gunungkidul – Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah terluas di DIY dengan sebaran penduduk yang tidak merata menjadikan masyarakat di wilayah Gunungkidul memerlukan perlakuan khusus dalam program dan kegiatan pembangunan, sehingga dampaknya lebih nyata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kabupaten Gunungkidul pada saat ini sudah tidak termasuk lagi dalam kategori kabupaten tertinggal menurut kualifikasi Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, namun demikian prosentase penduduk kategori miskin di Kabupaten Gunungkidul masih menempati urutan tertinggi diantara kabupaten/kota di DIY.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik secara jasmani maupun rohani. Upaya meningkatkan derajat kesehatan merupakan salah satu indikator kualitas hidup masyarakat yang semakin baik maka kondisi seperti ini harus didorong dan difasilitasi secara intensif.
Pemerintah Daerah terus bekerja keras untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Gunungkidul, tidak hanya difokuskan dari sisi kuratif, melalui penyediaan fasilitas layanan kesehatan yang murah berkualitas dan mudah dijangkau. Upaya preventif dan promotif terus diintensifkan sebagai bentuk edukasi masyarakat agar memiliki kesadaran antisipasif yang semakin baik dengan menerapkan hidup sehat dan kepedulian menciptakan lingkungan yang sehat.
Salah satu wujud penerapan hidup sehat serta lingkungan sehat yang diharapkan adalah dengan tidak melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Upaya ini dirintis melalui sosialisasi yang intensif dari semua tingkatan mulai dari tingkat Kabupaten, Kecmatan, Desa hingga Padukuhan, Pemerintah Daerah mengapresiasi respon masyarakat yang sangat baik dan secara bertahap tumbuh kesadaran untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, dengan BAB pada jamban yang memenuhi syarat.
Guna mendukung efektivitas gerakan stop BABS Pemerintah Daerah dengan dukungan semua pihak terusberupaya memfasilitasi pembuatan jamban keluarga maupun komunal agar masyarakat memiliki sistem sanitasi yang semakin baik. Sejak respon positif masyarakat gerakan stop BABS terus menguat terjadi progres pencapaian sanitasi dan insidensi penyakit berbasis lingkungan yang cukup positif.
[PIC2] [PIC3] [PIC1]
Dalam acara Deklarasi Stop BABS Tingkat Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu, 26 Oktober 2016 di pelataran parkir Embung Gunung Api Purba Nglanggeran Kecamatan Patuk, Camat se-Kabupaten Gunungkidul dihadapan Menteri Kesehatan RI dan Bupati, bersama-sama menyampaikan komitmennya melaksanakan gerakan masyarakat sehat untuk membiasakan mengkonsusmsi sayuran, buah dan ikan serta meningkatkan aktivitas fisik dan deteksi dini penyakit tidak menular.
[PIC4] [PIC5]
Hadir pada acara Deklarasi Stop BABS Menteri Kesehatan RI Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, S.pM beserta jajaran Kementerian Kesehatan RI, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Drs. Bayu Haryana, M.Si., Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos beserta jajaran dan Forkompinda, Bupati Pacitan serta tamu undangan.
Dalam sambutanya Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos., berharap jajaran Kementerian Kesehatan RI terus memberikan dukungan dan komitmen kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam meneruskan perjuangan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Gunungkidul yang semakin tinggi dan didukung lingkungan yang sehat, tidak lupa beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiranya dalam rangka kunjungan kerrja sekaligus dapat menyaksikan deklarasi stop BABS tingkat Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran Menteri Kesehatan RI semakin menguatkan semangat dan komitmen seluruh komponen masyarakat Gunungkidul dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tegasnya.
Dalam kunjungan ke dua di Gunungkidul Menteri Kesehatan RI menyampaikan sangat bangga dengan kondisi Kabupaten Gunungkidul saat ini lain saat kunjungan pertamanya 17 tahun yang lalu, dan sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,seperti halya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang sudah dicanangkn dan dilaksanakan Bupati Gunungkidul sebelum Kementerian Kesehatan RI me-launcing program ini, ini merupakan satu prestasi yang sangat membanggakan untuk Kabupaten Gunungkidul serta memberikan bantuan mengedukasi mengadvokasi masyarakat, agar masyarakat selalu berprilaku bersih dan sehat, karena hulu dari segalanya adalah kesehatan. Beliau juga menyampaikan bahwa menurut laporan dari Dirjen Kementerian Kesehatan RI Puskesmas yang ada diKabupten Gunungkidul sudah masuk kategori yang BAIK. Puskesmas adalah sebagai pintu gerbang, jaga masyarakat agar tetap sehat yang sakit sembuhkan sedini mungkin dan obati agar tetap sehat. Bila jarak ke rumah sakit jauh beliau juga menyampaikan agar dapat membangun rumah sakit Pratama. Ibu Menteri mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda yang dilakukan saat ini khususnya di Kabupaten Gunungkidul seperti gerakan donor darah kaum muda mudi, gerakan cuci tangan dan lainya. Tentunya hari ini “GUNUNGKIDUL MENUJU UNIVERSAL AKSES 100-0-100 melalui komitmen secara bersama-sama STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN, pungkasnya. (Sumarno/edt.)

