[PIC1]
Gunungkidul – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Daarul Khoir menggelar peringatan Milad ke-IX dan Akhirussanah tahun ajaran 2024/2025, Sabtu (21/6/2025), di kompleks pesantren yang berlokasi di Kapanewon Nglipar. Sebanyak 38 santri diwisuda dalam suasana penuh khidmat dan kebanggaan.
Dalam sambutannya, Direktur Ponpes Muhammadiyah Daarul Khoir, Muhammad Arif Darmawan, menegaskan bahwa Daarul Khoir hadir sebagai bagian dari ikhtiar Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan.
“Kami ingin pondok ini menjadi tempat pengkaderan calon pemimpin umat dan bangsa,” ujarnya.
Didirikan pada Juli 2016, Daarul Khoir yang berarti “kampung kebaikan” bermula dari sebuah kompleks sederhana berisi masjid, empat ruang belajar, satu rumah inap, koperasi, serta gedung sekolah. Proses pendidikan dimulai di jenjang SMP dengan hanya 14 santri. Dua tahun kemudian, dibuka program khusus bagi lulusan SMP non-pesantren yang ingin melanjutkan ke jenjang SMA berbasis pesantren, fokus pada pendalaman bahasa Arab.
Tahun 2019 menjadi tonggak penting dengan dibukanya SMA berbasis pesantren, menjadikan Daarul Khoir sebagai satu-satunya SMA di Kapanewon Nglipar. Kini, Daarul Khoir telah menampung hampir 400 santri dari berbagai penjuru Indonesia.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, dalam pesannya menekankan pentingnya pengembangan pesantren Muhammadiyah sebagai *center of excellence*.
“Ponpes harus terus dikembangkan. Pesantren telah terbukti mampu membangun karakter 24 jam penuh setiap harinya. Ini adalah kekuatan yang harus kita jaga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, menyampaikan bahwa pendidikan yang bermutu harus dirasakan oleh semua anak Indonesia. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecakapan keterampilan, dan kekuatan karakter religius.
“Anak-anak kita harus cerdas, kritis, memiliki keterampilan, dan berkarakter kuat,” ucapnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut memberikan apresiasi dan harapan besar untuk kemajuan Daarul Khoir. Ia menegaskan bahwa pendidikan berbasis pesantren merupakan benteng moral dan pusat pembangunan akhlak.
“Semoga Pondok Pesantren ini terus berkembang sesuai visinya: mencetak santri beraqidah murni, berakhlak islami, berprestasi tinggi, serta semangat amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Endah mengutip pesan Bung Karno, “Di tangan anak-anaklah terletak masa depan bangsa,” sembari menegaskan bahwa Islam adalah agama kemajuan. Ia menyebut pembelajaran Al-Qur’an di Daarul Khoir sebagai sarana membentuk karakter santri yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
“Bangsa yang hebat bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi karena moralitas dan ilmu pengetahuan warganya,” tutup Endah.
Peringatan Milad ke-IX ini menjadi penanda perjalanan panjang Daarul Khoir sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu keislaman, namun juga menjadi pusat pembentukan karakter, keterampilan, dan semangat kebangsaan para santrinya.

