Mitigasi Konflik Masyarakat Jelang pemilu, Kesbangpol Gelar Konsolidasi Kepada Lurah Dan Panewu

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melakukan konsolidasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). Kegiatan ini ditangani oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rabu (29/03/2023).

Konsolidasi dilakukan sebagai persiapan dan antisipasi menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. Terutama terkait potensi kerawanan konflik di masyarakat.

Kepala Kesbangpol Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan seluruh lurah dan panewu dihadirkan dalam konsolidasi di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Playen ini.

“Termasuk perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” kata Johan.

Menurut Johan, konsolidasi perlu dilakukan ke semua sektor bahkan hingga tingkat paling bawah. Sebab pihaknya ingin ada kesepahaman terkait mitigasi konflik di masyarakat.

Ada sejumlah potensi kerawanan. Seperti pengelompokan pilihan politik masyarakat, politik identitas, hingga disrupsi informasi.

“Berbagai kerawanan ini bisa mengganggu stabilitas di masyarakat,” jelasnya.

[PIC1]

Pihaknya pun juga terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Antara lain untuk pemetaan wilayah rawan konflik demi memaksimalkan upaya pencegahan.

“Kami harap masyarakat juga mendapatkan pemahaman yang serupa agar konflik tidak terjadi di Gunungkidul,” kata Johan.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menilai konsolidasi dengan jajaran hingga tingkat terbawah penting dilakukan. Pasalnya, konflik di masyarakat bisa berujung pada masalah hukum.

Ia pun menyebut berbagai permasalahan tersebut sulit diselesaikan jika sudah terjadi. Itu sebabnya, upaya pencegahan dini harus dilakukan.

“Jangan sampai ada polarisasi di masyarakat, agar Pemilu 2024 nanti terlaksana dengan baik,” kata Sunaryanta.