Gunungkidul – Upaya pemerintah dalam mensukseskan program Keluarga Berencana terus di lakukan dengan melakukan berbagai kegiatan sampai ke tingkat bawah, sejak dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan berbagai unsur. Salah satu penggerak yang gencar mengkampanyekan program tersebut adalah TNI, yang dikemas dalam program TMKK. Monitoring dan Evaluasi TNI Manunggal KB-Kesehatan (TMKK) Tahun 2017 di Gunungkidul, dilaksanakan Senin, (16/10) di Balai Desa Beji, Kecamatan Ngawen, dengan tema “kita sukseskan program KKBKK dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan gerakan masyarakat hidup sehat”.
[PIC1]Sebelum kegiatan di Balai Desa Beji, tim beserta rombongan melaksanakan monev di beberapa tempat yaitu; Baksos (Bidan Samidah), Posyandu Gelatik di Balai Padukuhan Bendo, Posbindu Dahlia di Balai Padukuhan Banaran, UPPKS Bakpia 105 Ibu Sutarmi Grojogan, Kelola Tani Tunas Harapan Padukuhan Beji, Kampung KB Padukuhan Duren. Di Balai Desa Beji dimonitor kegiatan BKB Kutilang terintegrasi Paud Tegalrejo, BKL Arjuna Daguran Kidul, KWT Sumber Rejeki Daguran Kidul, UPPKS masing-masing padukuhan, PIKR/Pusat Informasi Konseling Remaja SMK Sanjaya Ngawen.
Ketua tim monitoring dan evaluasi TMKK monitoring KB Kesehatan wilayah DIY th. 2017 dipimpin Kolonel Arm. Indro Respati, S.Sos., Kasi.Ter.Korem 072/Pmk, beserta 15 anggota dari berbagai unsur.
Tampak hadir dalam kegiatan ini antara lain Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Drs. Sudodo, M.M., Kepala DP3AKBPMD Sujoko, S.Sos, M.Si., Dandim 0730/GK Letkol. inf. Muh.Taufik Hanif Y S.Sos., Camat Ngawen beserta unsur Muspika, Ibu-Ibu Persit 0730/GK, Kader Kesehatan & warga masyarakat desa Beji.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah menunjukkan kepedulian dan partisipasi, khususnya dalam bidang kesehatan dalam hal ini program KB yang berbasis kemandirian. Pemerintah daerah mengajak kepada seluruh jajaran Forkompimda untuk mengantisipasi perkawinan usia dini, untuk kesejahteraan warga masyarakat. “Pemerintah daerah menyambut positif kegiatan monitoring dan evaluasi TMKK seperti saat sekarang ini, mudah-mudahan akan membawa dampak positif untuk kesejahteraan warga masyarakat Gunungkidul. Dan menghimbau agar terus mengkampanyaekan program dua anak cukup, serta melakukan upaya-upaya yang efektif untuk membangun dan mencapai derajat kesehatan masyarakat yang layak”, pungkasnya.
Di hadapan tamu undangan dan warga masyarakat, ketua tim evaluasi TMKK Provinsi DIY., Indro Respati, menyampaikan bahwa tim monitoring TMKK adalah gabungan dari beberapa unsur, antara lain dari; TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, BKKBN, dan unsur terkait. Sedangkan maksud kehadiran tim tentunya untuk melihat, mencatat dan mendata, terkait dengan program pemerintah, khususnya bidang kesehatan di daerah, apakah ada kemajuan atau hanya vakum saja. Tentu dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tagun sebelumnya, khususnya program KB yang secara nasional masih belum pada fase berhasil. Diharapkan pada tahun 2017 ini akan berhasil dengan dukungan tim yang turun kebawah dan mensosialisasikan secara langsung, dengan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut mengkampanyekan sampai ke tingkat bawah, pungkasnya. (*tim_ikp)
[PIC3][PIC4][PIC5]

