Obyek Wisata Kuliner Punthuk Kepuh Nglipar Resmi Menjadi Pilot Proyek Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat.

Gunungkidul – Obyek Wisata Kuliner Punthuk Kepuh Katongan Nglipar di proyeksikan sebagai pilot proyek pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Launching Obyek Wisata Kuliner Punthuk Kepuh dilakukan oleh Deputi koordinator Ekonomi Makro dan Keuangan selaku sekretaris dewan Nasional keuangan inklusi, DR. Iskandar Simorangkir, SE.,MA secara virtual, Rabu (8/9) 

Program dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI ini merupakan Implementasi sinergi dan kolaborasi wisata kuliner halal dan wisata religi di Punthuk Kepuh mendukung inklusi keuangan. Sasaranya adalah masyarakat, UMKM dan Ponpes supaya dapat membangkitkan roda perekonomianya di masa pandemi.

[PIC1]

Hal yang sama disampaikan ketua PBNU Eman Suparman yang mengatakan bahwa pilot projek sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang harapanya akan ada keberlanjutan di bidang lain seperti agrowisata, agrokuliner dan lainya namun untuk mewujudkan perlu gagasan-gagasan baru untuk mendorong eksistensi religi halal.

Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta dalam sambutanya berharap dengan dilaunchingnya Punthuk Kepuh sebagai wisata kuliner halal mampu memberikan dampak nyata dan mendorong pelaku UMKM dapat terus berkembang.

Selain itu hadir pula ketua Kuliner Indonesia Wilayah DIY, Dra. Hj. Suci Kuntarsih, SE. Dalam kesempatan ini Suci menyampaikan bahwa  Pilot Project yang akan ditepakan di Wisata Kuliner dan Religi Punthuk Kepuh ini meliputi 12 item program pengembangan. Program-program yang sudah disinergikan dengan Kementrian BUMN diantaranya:

1. Taman Edukasi Pendidikan
2. Spot selfi Punthuk Kepuh
3. Edukasi Madu Lanceng
4. Kebin Aloevera
5. Joglo Kuliner Halal
6. Tradisional Olahan
7. Penanamqn Shorgum
8. Kebun Buah
9. Pesona 17 Kali Oyo
10. Wisata Religi
11. UMKM go Ekspor
12. Program pengemukan kambing dan domba

Dalam 12 program ini melibatkan UMKM petani , peternak serta pedangang lainnya. Harapannya pemberdayaan masyarakat dapat terwujud. Dari lahan saat ini seluas 45 hektar bahkan bisa dikembangkan Hingg100 hektar lahan.

[PIC2]