Panen Raya Jagung Hibrida Kabupaten Gunungkidul

Gunungkidul – Girisubo, selasa (18/01/2023) Panen raya jagung hibrida oleh ini Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, S.Kom.,M.Si. bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Panewu Girisubo, Kepala BPP Kapanewon Girisubo, serta Unsur Forkopimkap Kapanewon Girisubo.

Sebagai salah satu Kabupaten penyangga pangan Yogyakarta dan sekitarnya, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu penghasil jagung terbesar di DIY.

Saat ini, Kabupaten Gunungkidul sudah memasuki musim panen jagung. Produktivitas jagung pipil kering Gunungkidul pada tahun 2022 rata-rata mencapai 4,6 ton – 4,9 ton per hektar.  

Bertempat di Kalurahan Jerukwudel Kapanewon Girisubo, Wakil Bupati bersama kelompok tani milenial memanen jagung hibrida dengan varietas RK 457.

Disela-sela perjalanan menuju lokasi panen jagung Wakil Bupati menyambangi warga yang sedang menggiling hasil panen padi dengan jenis padi segreng.

“Dengan pupuk organik hasil panen akan lebih bagus”, kata Heri Susanto.[PIC4]

Wakil Bupati, Heri Susanto mengimbau kepada para petani untuk lebih mengutamakan penggunaan pupuk alami.

Selain ongkos produksinya yang ekonomis pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.

Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan, imbuh Wakil Bupati.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kapanewon Girisubo menyampaikan luas tanam tanaman jagung 2.641 hektar, tanaman padi 2.455 hektar, tanaman kedelai 13 hektar, tanaman kacang tanah 331 hektar Dan tanaman ubi kayu 2.834 hektar. Dengan hasil panen jagung hibrida di Kapanewon Girisubo kali ini mencapai 6,6 ton per hektar.

“Sektor pertanian semakin hari semakin tidak baik” kata Wakil Bupati dalam arahannya. Hal tersebut dikarenakan kondisi kesuburan tanah yang semakin menurun, penyempitan lahan pertanian, serta pemanasan global yang memicu perubahan iklim.

Wakil Bupati menekankan kepada penyuluh tani untuk lebih intensif dalam memberikan edukasi dan pengarahan kepada petani agar hasil panen bisa membaik.

“Gunungkidul harus bisa mandiri benih”, imbuh Wakil Bupati. Beliau berharap tidak terjadi lagi keterlambatan benih, mengingat lahan pertanian di Gunungkidul mayoritas lagan tadah hujan yang mana ketepatan menaman menjadi kunci keberhasilan pertanian.

Dilokasi yang berbeda wakil bupati melaksanakan panen raya jagung hibrida dengan varietas bisi-2 dan bisi-18 di bulak jangkung lebih tepatnya pada kelompok tani Njuruk Rukun, Padukuhan Karangasem, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari.

Ketua kelompok tani njuruk rukun (sadikin) menyampaikan Luas tanam tanaman jagung hibrida di kalurahan Mulo sekitar 137 hektar, dengan luas tanam yang bisa dibilang minim tersebut tak mengurangi semangat kelompok tani di Kalurahan Mulo untuk meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Gunungkidul, terbukti rata rata hasil panen mencapai 12,52 ton per hektar.

Hadir pula dalam panen raya jagung hibrida dengan varietas bisi-2 di Kalurahan Mulo Wakil Ketua DPRD Heri Nugroho, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Kepala BPP Kapanewon Wonosari dan unsur Forkopimkap Kapanewon Wonosari.