[PIC3]
Gunungkidul – Jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Forkopimda dan Kepala OPD melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan gereja dan pos pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru),Rabu(24/12). Langkah ini diambil untuk memastikan prosesi ibadah umat Kristiani berjalan lancar serta menjamin kelancaran arus lalu lintas di wilayah Gunungkidul.
Dalam kunjungan ke salah satu gereja, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendapatkan laporan dari GKJ Wonosari bahwa sekitar 3.000 jemaat diperkirakan akan hadir dalam ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Wahyu.
“Kita berkomitmen dalam melindungi kebebasan beragama sesuai undang-undang dan berharap perayaan ini mempertebal rasa toleransi.” ujar Bupati Endah seusai melakukan peninjauan di GKJ Wonosari.
Gunungkidul sendiri tercatat memiliki indeks toleransi antarumat beragama yang sangat tinggi, yang diharapkan menjadi modal sosial dalam menjaga keamanan selama perayaan berlangsung.
“Selain aspek peribadatan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pengaturan lalu lintas. Pemantauan dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk Posko Siyono dan pintu gerbang Hargodumila.” ungkap Bupati.
Ia menjelaskan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, dan kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengalihkan arus di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.
[PIC1]
Ditanya mengenai perayaan malam pergantian tahun, Bupati Endah mengungkapkan Pemerintah Daerah Gunungkidul memutuskan untuk tidak menyelenggarakan acara apa pun di kawasan alun-alun maupun pusat kota,
“Sebagai gantinya, kegiatan akan dipusatkan di Pantai Sepanjang, dan acara tersebut akan diisi dengan kegiatan refleksi akhir tahun, doa bersama, serta peluncuran tagline pariwisata baru.” ujar Bupati.
Keputusan untuk tidak menggelar pesta besar di pusat kota diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat Sumatera yang sedang tertimpa bencana. Pemerintah memilih untuk menghindari kegiatan yang bersifat hura-hura atau pemborosan anggaran yang tidak perlu.
“Fokus utama dari pergantian tahun kali ini adalah rasa syukur dan doa untuk keselamatan bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia.” kata Bupati Endah.

