Pelatihan Kader Dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia komisariat STAIYO, Bupati Berpesan Organisasi Mahasiswa Harus Berperan Aktif dalam Membangun Gunungkidul

Gunungkidul – H.Sunaryanta berada di joglo kampung Pitu Langgeran Kapanewon Patuk, membuka pelatihan kader dasar pergerakan mahasiswa Islam Indonesia komisariat STAIYO. Jumat (4/6).

Tema meningkatkan integritas kades dan jiwa kepemimpinan berlandaskan nilai nilai Aswaja.

Bupati H.Sunaryanta dalam sambutan singkatnya PMII harus berperan aktif dalam rangka kontribusi pembangunan Gunungkidul, organisasi tidak hanya menjadi sebuah wadah saja tetapi dapat di kembangkan dan berkontribusi dalam
Orientasinya adalah Islam Indonesia atau Nusantara.[PIC3]

“Harapan besar suatu ketika nanti akan muncul generasi generasi muda yang akan menggantikan kepemimpinan Indonesia”kata Bupati.

Untuk itu pentingnya belajar organisasi sejak awal sebagai bagian menggali dan mengembangkan ilmu.
Ilmu harus di wujudnyatakan di implementasikan di masyarakat.

Bupati juga berpesan peran aktif pemuda, organisasi pergerakan kemahasiswaan dapat memberikan dukungan dan sosialisasi penguatan nasionalisme, moral dan agama sebagai upaya pencegahan terjadinya potensi perceraian muda, tindakan bunuh diri yang masih tinggi dapat secara dini di antisipasi. Selain aplikasi ilmu yang di terapkan di lapangan kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dalam kegiatan pelatihan kader dasar ini juga disampaikan penguatan agama yang di sampaikan ustad Bardan Usman.

[PIC1]

Hadir dalam acara tersebut peserta pelatihan dasar mahasiswa STAIYO, warga kampung Pitu Langgeran, Kapolsek Patuk.