| [PIC1] |
Gunungkidul – Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosahula yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Anshor Kecamatan Playen berlangsung di komplek MI dan RA Washatiyah, Siyono Tengah, Playen. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Kader Berkualitas, Inovatif, dan Regeneratif.”
Ketua Panitia, Tri Wahyudi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari 35 peserta PKD dan 15 peserta Dirosahula. Seluruh peserta akan mengikuti kegiatan selama dua hari dan akan dibaiat oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
“Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang peserta, dimana 35 orang mengikuti PKD dan 15 orang mengikuti Dirosahula. Selama dua hari ini, mereka akan menjalani berbagai pelatihan dan akhirnya dibaiat oleh Ketua PC GP Ansor,” jelas Tri Wahyudi, Sabtu (13/7/2024).
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Gunungkidul, H. Lutfi Kharis Mahfudz, menyatakan bahwa Pelatihan Dasar Kepemimpinan (PKD) merupakan gerbang awal bagi kader untuk menjadi pengurus. Para kader Ansor ini disiapkan untuk meneruskan estafet kepengurusan dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan.
“Kita siapkan mereka untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan agar dapat meneruskan estafet kepengurusan,” katanya.
Lutfi juga mengatakan, sesuai hasil musyawarah dengan pimpinan pusat Ansor, organisasi ini diharapkan tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga bisa menyasar berbagai sektor dan lini kehidupan seperti olahraga dan pengembangan seni dan tradisi.
“Akan kita petakan sesuai kemampuan dan sektor masing-masing bidang,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa Nahdatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan Islam harus berbicara tentang modernitas dan terus menjadi agen perubahan di Bumi Handayani di tengah tatanan yang terus berubah. Ia juga berpesan kepada seluruh kader untuk mengikuti pelatihan dengan fokus.
“NU harus berbicara tentang modernitas dan terus menjadi agen perubahan di Bumi Handayani. Di tengah perkembangan transformasi digitalisasi, NU diharapkan tidak lagi menggunakan doktrin lama yang dogmatis,” kata Bupati Sunaryanta.
Dengan berbagai pelatihan yang diberikan, diharapkan para kader mampu menjadi pemimpin yang berkualitas, inovatif, dan siap membawa perubahan positif bagi masyarakat dan organisasi di masa mendatang.

