Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menaruh perhatian besar terhadap pelaku usaha kecil agar bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016. Untuk meningkatkan daya saing, pelaku usaha kecil akan diberi pelatihan sehingga mereka nantinya bisa bersaing dengan produk dari negara-negara lain ASEAN.
[PIC1]Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Dwi Warna Widinugraha, mengatakan, untuk pelatihan menghadapi MEA, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 milar. Selain itu pemerintah daerah juga mendapatkan sokongan dari Pusat senilai Rp2,5 miliar.
“Dana yang dianggarkan cukup besar. Semuanya bertujuan untuk menyiapkan masyarakat menghadapi MEA,” katanya, di Gunungkidul, akhir pekan lalu. Adapun pelatihan yang akan diberikan, menurut Dwi, bervariatif. Mulai dari pelatihan otomotif, menjahit hingga memproduksi makanan olahan.
Masyarakat harus bisa melihat peluang, terutama dengan berkembangnya dunia pariwisata di Gunungkidul dengan memproduksi produk-produk makanan atau pernak –pernik yang bisa mendukung wisata.
Diharapkan dengan pelatihan tersebut bisa meningkatkan daya saing masyarakat sehingga tidak tergerus dengan produk-produk dari luar.
Masyarakat bisa mendirikan usaha sehingga mereka mampu bersaing sekaligus meningkatkan kesejahteraanya.
“Kami berharap masyarakat yang belum bekerja atau ingin bekerja, bisa mengikuti pelatihan yang disediakan oleh pemerintah. Selain membuka lapangan pekerjaan baru, pelatihan ini meningkatkan daya saing dalam mencari pekerjaan,” jelasnya. (*tribunjogja.com/hari)

