Pencanangan Vaksin PMK Wakil Bupati Heri Susanto Berharap Terus Ada Kerjasama Penanganan Yang Strategis Dan Terkordinasi

Gunungkidul – Gerakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Gunungkidul resmi di canangkan dan dihadiri oleh Wakil Bupati Heri Susanto,S.Kom., M.Si, bersama kelompok tani Megasari, Ngawu Kapanewon Playen Gunungkidul, Sabtu (2/7).

Kegiatan yang di hadiri petugas vaksin, dokter hewan, kelompok ternak dan Dinas Peternakan ini dapat terlaksana dengan baik.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto dalam arahanya mengatakan penyakit PMK saat ini terjadi di beberapa daerah dan juga di Gunungkidul, maka perlu kiranya ada suatu upaya dan menjadi suatu keharusan program pencegahan pengendalian dan pemberantasan PMK yang menjadi tanggungjawab kita bersama khusunya bagi instansi terkait yang menangani peternakan, pertanian, kesehatan hewan, perdagangan dan pemerintah daerah.

Kabupaten Gunungkidul sudah melekat sebagai gudang ternak bagi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebentar lagi memperingati hari raya Idul dha yang mana banyak dicari ternak dari Kabupaten Gunungkidul.

“Dengan adanya PMK ini marilah kita berkerjasama untuk penanganan dan pemberantasan PMK dengan Langkah-langkah yang strategis dan terkoordinasi” ajak Heri Susanto.[PIC2]

Langkah yang harus ditempuh berupa Pengamatan dan identifikasi penyakit, pencegahan penyakit dengan vaksinasi pada ternak sehat, pengamanan ternak, pemberantasan penyakit dan pengobatan ternak sakit. semoga dengan upaya ini maka potensi ternak Kabupaten Gunungkidul dapat dipertahankan aman dan tetap menjadi gudang ternak bagi DIY, pungkasnya.

Sementara itu kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, S.P, menyebutkan PMK yang disebabkan oleh virus apthae merupakan penyakit paling menular pada ternak. karena tingkat penularan yang tinggi dan lalu lintas ternak yang sulit di kendalikan PMK ini di temukan di Gunungkidul.
Namun sejak merebaknya penyakit PMK pemerintah kabupaten Gunungkidul melalui dinas peternakan dan kesehatan hewan, sudah mengambil beberapa langkah antisipasi masuknya penyakit PMK di wilayah kabupaten Gunungkidul.
Seperti membentuk tim URC pengendalian PMK, Kegiatan Komunikasi,informasi dan Edukasi (KIE), pengawasan lalulintas ternak, pengawasan dan pemeriksaan ternak di pasar hewan, pemeriksaan dan penerbitan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Sedangkan pada gerakan vaksinasi PMK ini di tahap pertama Gunungkidul mendapatkan alokasi 500 dosis yang selanjutnya akan di laksanakan dimasing-masing UPT diantaranya UPT Puskeswan Playen, UPT Puskeswan Wonosari, UPT Puskeswan Nglipar, UPT.Puskeswan Karangmojo masing-masing sebanyak 100 dosis dan UPT Puskeswan Panggang serta UPT Puskeswan Semanu masing-masing mendapatkan alokasi 50 dosis.
Pelaksanaan vaksinasi di dukung oleh tim vaksinasi sejumlah 102 orang yang terdiri dari 24 tenaga dokter hewan dan 88 petugas lainya.

Pada kesempatan ini wakil bupati secara simbolis menyerahkan paket peralatan dan penunjang vaksin kepada petugas vaksinasi.
Sementara jumlah ternak yang telah di berikan vaksin sebyak 34 sapi menggunakan vaksin aftopor dan diberikan penandaan pada bagian tubuh sapi yang telah di vaksin.