Pencegahan Covid-19. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerbitkanya Surat Edaran

Gunungkidul-Penyakit korona, coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19  adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019-2020.  Paparan virus yang masif melanda dan terus terjadi di beberapa negara tak terkecuali Indonesia, Pemerintah mengeluarkan[PIC1]

Kebijakan dan langkah antisipasi pencegahanCovid-19. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mener bitkanya Surat Edaran/ SE Bupati tentang Penanggulangan  Inveksi Covid -19.  Selain itu Pemerintah Daerah juga membentuk satun tugas (Satgas)  yang bertugas mengkoordinasikan berbagai penanganan penanggulangan covid – 19.  Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidulpun  juga telah menerbitkan Surat Edaran  tentang Penanggulangan Covid – 19 di Fasilitas Kesehatan (Faskes).  Langkah dan upaya lainya dengan melakukan sterilisasi  dengan disinfeksi di ruang publik, pernyiapan obat-obatan, Alat Pelindung Diri (APD) berupa pakaian, masker  dan bahan bahan untuk disinfeksi.  Selain itu Pemkab juga telah menyiapkan dana untuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit maupan Faskes tingkat 1 seperti Puskesmas, dokter rujukan, dokter pribadi.

 Kepala Dinas Kesehatan dr. Dewi Irawati, M.Kes “Pemerintah Kabupaten melakukan langkah-langkah konkrit antisipasi pencegahan Convid-19 semakin meluas dengan memaksimalkan RSUD  dan Peran Fasilitas Kesehatan. Dalam penanganan pasien dilakukan sesuai  Standar Operasional  Prosedur (SOP). Demi keamanan pasien dan tenaga medis, koordinasi tersentral terus dilakukan sebagai upaya mempercepat pengambilan kebijakan”[PIC3]

RSUD sebagai fasilitas kesehatan pemerintah memberlakukan pemeriksaan ketat berupa skrening bagi pengunjung. Hal ini di berlakukan bagi setiap pengunjung wajib menjalani screning terlebih dahulu secara menyeluruh utamanya suhu tubuh. 

Plt Direktur RSUD Sumartana, SKM, MLM. di dampingi dr. Triani Henny Astuti Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan  menyampaikan  prosedur yang diberlakukan RSUD sangat banyak dan ketat, dimana siapapun mewajibkan  melakukan handscrub/ cuci tangan dan penggunaa Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Sebagai upaya penunjang  juga telah di siapkan ruangan isolasi  perawatan meliputi 2 ruang isolasi di IGD, 2 ruang isolasi di  bangsal anak dan  5 uang di bangsal mawar  yang merupakan bangsal rawat penyakit menular. Selain itu langkah penanganan pasien Covid-19 rujukan FKTP juga ada layanan jemput pasien  menggunakan  ambulan. Untuk mencegah pasien dan pengunjung terpapar. RSUD juga melakukan kebijakan dengan  peniadakan jam kunjungan,  dimana setiap pasien hanya boleh di tunggui oleh maksimal 2 orang yang akan bergantian. Peningkatan kebersihan area rumah sakit  juga terus diupayakan  secara maksimal dengan penyemprotan disinfektan,  setelah pengunjung pulang. pembersihan pegangan pintu minimal 2 kali sehari dan penyediaan tempat cuci tangan.

Koordinasi kepada  fasilitas kesehatan Tingkat Pertama  terus dilakukan dengan memberlakukan SOP pelayanan khususnya bagi pasien yang di diaknosa terpapar virus Covid-19 dengan melayani satu pintu melalui jalur khusus  sehingga akan meminimalisir pasien berisiko menularkan kepada pasien lain. ” Ketika ada rujukan pasien ke rumah sakit yang di diagnosa Covid-19 maka pasien akan di lewatkan jalur khusu yang sudah di siapkan langsung menuju ruang isolasi, untuk menghindari penyebaran virus kepada orang lain” katanya.

Disampaikan dalam hal layanan kesehatan tidak hanya di RSUD namun  Rumah Sakit swasta juga sudah bisa melayani sesuai Standar Pelayanan yang sudah di tetapkan khususnya untuk penderita Covid-19, karena di RS swasta fasilitasnya juga sudah lengkap dan  telah mampu melayani, sehingga harapanya  tidak hanya tersentral pada RS Negerihal ini sebagai antisipasi  kapasitas ruang Isolasi yang terbatas.[PIC2]

BPBD Gunungkidul sebagai perangkat daerah yang memiliki peran penting juga telah mempersiapkan. Kordinasi dan sinergitas  OPD sudah dilakkukan BPBD menyikapi Virus COVID-19. Kepala Pelaksana BPBD Edy Basuki, S.IP, M.Si   “Kami  secara ketugasan telah siap dengan menyiapkan personil TRC selalu siaga yang di butuhkan sewaktu-waktu, selain itu untuk persediaan logistik berupa masker sejumlah 20 ribu buah, logistik Sembako sebagai bagian dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sudah disiapkan ” tuturnya.

Meskipun begitu  kewaspadaan dan kesiapsiagaan, kesehatan terus dilakukan dengan upaya masyarakat selalu melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selalu mencuci tangan dengan sabun, mengurangi kegiatan luar yang  berhubungan langsung dengan kerumunan orang. Menjaga asupan gizi yang seimbang dan berolahraga.