Gunungkidul – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan kualitas pada sektor pendidikan terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak.
[PIC2]
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sebagai institusi yang mempunyai kewenangan dalam hal tersebut, diharapkan dapat secara optimal dapat melakukan terobosan-terobosan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.
[PIC1]
Sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, bagaimana agar sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik dapat optimal menjalankan tugasnya seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini Disdikpora berkolaborasi dengan Dinas Kominfo sebagai support pada sektor IT, bekerjasama dengan Google Indonesia menyelenggarakan Program Sekolah Rintisan Google (Google Pilot School Program) dengan tujuan menjadikan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul siap untuk menjalankan metode pembelajaran abad informasi yang berkesesuaian dengan sasaran pendidikan, serta dapat menghasilkan lulusan pendidikan yang bisa menjadi pelaku ekonomi di era Industri 4.0.
[PIC3]
Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengungkapkan, menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 atau era Ekonomi berbasis Teknologi Otomatisasi dengan Jaringan Internet pelaku ekonomi dituntut memiliki kecakapan yang kuat yakni; kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, serta dipungkaskan dengan Kemampuan dalam pemecahan masalah (Problem Solving). Hal ini disampaikan usai membuka seminar dan pelatihan metode pembelajaran pada era 4.0, Senin, (24/06) di Aula Disdikpora.
“Untuk dapat menguasai kecakapan – kecakapan tersebut diperlukan teknologi yang tepat untuk menunjang penguasaan dalam waktu singkat”, terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Kelik Yuniantoro, melalui program Google for Education, yang bersinergi dengan layanan teknologi pembelajaran jogjabelajar.org yang dimilliki oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memberikan dukungan infrastruktur dan layanan teknologi yang berhubungan dengan tujuan penguasaan kecakapan-kecakapan tersebut di atas.
Program Sekolah Rintisan Google (Google Pilot School Program) merupakan Program lanjutan yang dijalankan oleh Google di Provinsi DIY setelah Program Sinergi Google for Education dan jogjabelajar diluncurkan akhir November 2018 yang lau. Program ini diputuskan untuk dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul setelah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pendukung pada program Smart City dan sekolah-sekolah yang akan menjalankan Program tersebut. Tujuan Program ini adalah membangun Sekolah-sekolah Rintisan yang akan menjadi model implementasi layanan teknologi pembelajaran berdasar Google for Education, yang dapat digunakan oleh banyak sekolah di wilayah Indonesia umumnya, dan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya.
Sebagai sampel awal penerima Program ini adalah sekolah-sekolah yang mewakili jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Gunungkidul yakni; SDN 1 Wonosari, SMPN 1 Karangmojo, dan SMAN 1 Playen.
Komitmen penuh Google Indonesia, pada Program Sekolah Rintisan Google ini juga memberikan pinjaman berupa perangkat Chromebook beserta biaya perawatannya sebagai alat pembelajaran di sekolah, dan sebagai fasilitas untuk memperluas dalam memeratakan akses teknologi bagi pelaku pendidikan. Selain untuk sarana pelatihan intensif Layanan Google for Education dan Metoda Pembelajaran Berpikir Komputasi (Computational Thinking), Optimalisasi Layanan Google for Education melalui domain jogjabelajar.org. Program ini bukan hanya berhenti pada seminar dan pelatihan saja namun berkelanjutan pada pemantauan pasca pelatihan untuk memastikan sasaran pelatihan dapat tercapai. Disamping itu juga akan disertai dengan pendampingan dengan tujuan untuk mempersiapkan para guru untuk mendapatkan sertifikasi internasional dari Google sebagai Pendidik Google (Google Educator).
Dalam menjalankan programnya Google Indonesia melibatkan berbagai mitra kerja resmi Google for Education yang ada di Indonesia, antara lain; PT. Duta Digital Informatika sebagai partner pelaksana sinergi dan kerjasama jogjabelajar.org dengan Google for Education, penyedia Perangkat Chromebook sebagai sarana alat pembelajaran, PT Revo Indonesia sebagai Partner Pembangunan Profesionalitas Guru, yang memberikan pelatihan kepada para guru di sekolah-sekolah yang mendapat kesempatan sebagai Sekolah Rintisan Google. Kemudian lainnya melibatkan pula Bebras Indonesia, sebagai mitra pelatihan metodologi pembelajaran berbasis Pemikiran Komputasi (Computational Thinking).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disdikpora, Bahron Rosyid, menyampaikan dalam menyelesaikan masalah pendidikan diperlukan sinergi lintas sektor. “Alhamdulillah saat ini kami dapat bersinergi dan mendapat dukungan dari Dinas Kominfo, ini sangat membantu baik IT nya maupun dukungan dalam melakukan komunikasi dengan pihak lain”, ungkap Bahron. Sekolah penerima program tersebut diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya. Sekolah-sekolah Rintisan ini dipilih karena memenuhi beberapa kriteria yang disyaratkan oleh Google Indonesia dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul.
“Syarat itu antara lain ketersediaan jaringan internet pita lebar, terdapat penanggung jawab sistem komputer, dan tentunya guru-guru yang memiliki keinginan untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi, tanpa itu sepertinya sulit untuk dapat maju, tapi Alhamdulillah antusias para guru saya lihat cukup semangat dan baik, mudah-mudahan ini akan dapat mewujudkan harapan masyarakat”.
Diharapkan Hasil Pelatihan Aplikasi Pembelajaran G Suite for Education dan Metodologi Pembelajaran Berpikir Komputasi (Computational Thinking) akan menghasilkan guru-guru pelatih dan jagoan Google (Google Champion Teacher/Trainer) yang dapat membagi pengalaman yang sama dengan para Guru sejawat tentang kemudahan memanfaatkan teknologi Google untuk proses pembelajaran.
Seminar dan pelatihan dari Google Indonesia dan pemanfaatan Chromebook kepada para Guru diselenggarakan selama empat hari mulai 24 hingga 28 Juni 2019, di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul.
Di Tempat terpisah Bupati Hj. Badingah, memberikan apresiasi kepada Google Indonesia, Disdikpora serta Dinas Kominfo, yang terus melakukan inovasi dan Inisiasi dalam upayanya mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Selain itu Bupati memberikan penghargaan yang tinggi dengan kerja keras Dinas Kominfo bersinergi dengan berbagai pihak dalam upayanya mewujudkan Kabupaten Cerdas (smart city). “Saya berharap Program Sekolah Rintisan Google ini menjadi layanan Unggulan pada kategori Pendidikan Pintar (Smart Education) yang akan mendukung terwujudnya Kabupaten Gunungkidul sebagai Kabupaten cerdas, sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, bahwa Kabupaten Gunungkidul masuk dalam kabupaten/kota dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City di tahun 2019″, pungkasnya. (*Tim_IKP)

