Gunungkidul – Acara Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya Kabupaten Gunungkidul Tahun 2018 diselenggarakan di Alun-alun Pemda Gunungkidul, dari tanggal 17 Oktober hingga 20 Oktober 2018. 14 Desa yang dinobatkan menjadi Rintisan Desa Budaya menampilkan potensi desanya masing-masing.
[PIC2]
Empat belas (14) Rintisan Desa Budaya tersebut diantaranya; Desa Logandeng Kec Playen telah menampilkan Kegiatan (Jathilan, Ketoprak); Desa Petir Kecamatan Rongkop telah Menampilkan (Jathilan dan Ketoprak); Desa Ngleri Kecamatan Playen telah menampilkan (Hadroh dan Sandiwara legenda); Desa Wonosari Kec Wonosari Telah menampilkan (Reog dan Wayang Kulit); Desa Kepek Kecamatan Saptosari telah mementaskan ( Reog dan Sendratari); Desa Giripurwo Kecamatan Panggang telah menampilkan seni (Reog dan Dagelan Mataram); Desa Pundungsari Kecamatan Semin telah menampilkan (Jelantur dan Acara Adat Supitan); Desa Sumberwunggu Kecamatan Tepus menampilkan (Reog dan Ketoprak); Desa Ngepohsari Kecamatan Semanu menampilkan (Jathilan dan Ketoprak); Desa Nglindur Kecamatan Girisubo (Jathilan dan Ketorak); Desa Karangduwet Kecamatan Paliyan menampilkan (Jathilan dan Langen Carita); Desa Kemiri Kecamatan Tanjungsari menampilkan (Jathilan dan Sendratari); Desa Nglangeran Kecamatan Patuk menampilkan (Jathilan dan Karawitan anak) dan Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar Mementaskan (Reog dan Srandul).
Semua kegiatan dan pementasan selama 4 Hari dari 14 Rintisan Desa Budaya ini dimulai pukul 15.30 Wib s/d 22.30 Wib, setiap harinya dan dinilai oleh Tim Penilai dari Provinsi DIY.
Kemudian akan ditentukan menjadi 5 desa yang akan dinaikan menjadi Desa Budaya. Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Drs. Agus Kamtono, M.M., menyampaikan, Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya menampilkan beberapa bentuk pentas Seni budaya dan pengelolaan dalam Seni Kerakyatan.
“Termasuk pentas panggung, karya kerajinan , Karya budaya, adat penyembuhan alternatif dan lain-lain,” terangnya, saat acara penutupan, Sabtu, (20/10) malam.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., menyampaikan, semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua untuk mengenalkan potensi budaya yang ada untuk menjadi predikat desa Budaya, “Gunungkidul peminatnya sangat bagus , dan dengan guyub rukun serta Gotongroyong ini bisa membuktikan bisa nguri-uri budaya tradisional,” terangnya.
Dia berharap supaya semangat bisa ditingkatkan lagi, dalam berkarya mempertahankan budaya yang adiluhung, mempertahankan warisan nenek moyang kita, supaya Gunungkidul sebagai objek tujuan pariwisata yang berbudaya.
“Selain itu, 5 Desa yang menjadi pemenang dan menjadi Desa Budaya harus memiliki semangat untuk memperluas desanya dengan budaya dan seni yang ada di wilayah masing-masing,” pungkasnya.
Dalam acara itu, selain mementaskan Seni Kerakyatan dan seni pertunjukan juga menampilkan stand pameran potensi desa masing-masing. *tim_IKP

