Perayaan Paskah Pemkab Gunungkidul 2025 Angkat Tema Damai Sejahtera dalam Keluarga

 

[PIC2]Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Perayaan Paskah 2025 dengan penuh hikmat di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Jumat (16/5/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga” yang diambil dari Injil Yohanes 20:26.

 

Ketua Panitia Perayaan Paskah 2025, Hari Sukmono, mengatakan bahwa tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya kehadiran damai Kristus dalam kehidupan keluarga, terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

 

“Damai sejahtera Kristus itu nyata dan dekat, bukan hanya di dalam gereja, tetapi juga di rumah dan di tengah masyarakat. Keluarga yang damai menjadi pondasi penting bagi kehidupan beriman dan pembangunan bangsa,” kata Hari dalam sambutannya.

 

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan aparatur pemerintahan, mulai dari anggota DPRD, ASN dan non-ASN, TNI, Polri, guru, perangkat kalurahan, hingga pegawai BUMD, kementerian, dan lembaga vertikal di Gunungkidul.

 

Menariknya, perayaan Paskah tahun ini juga diisi dengan Aksi Paskah berupa pendistribusian 8.100 bibit tanaman ke Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo dan Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus. Jenis tanaman yang dibagikan antara lain pohon nangka, sirsak, munggur, dan sengon.

 

“Pohon nangka atau nongko merupakan flora identitas Kabupaten Gunungkidul berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 1999. Ini menjadi simbol penting hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta,” jelas Hari.

 

Aksi lingkungan ini juga disebut sebagai wujud nyata dari spirit ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus, yang menyoroti pentingnya pertobatan ekologis dalam menghadapi krisis iklim dan kerusakan alam.

 

“Pertobatan ekologis berarti mengubah cara kita memperlakukan alam. Bagaimana mungkin kita mengasihi sesama jika pada saat yang sama kita merusak ciptaan Tuhan?” ujarnya.

 

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, dalam sambutannya mengatakan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan peristiwa iman yang sarat makna.

 

“Kebangkitan Kristus membawa pesan bahwa terang mengalahkan gelap, harapan mengalahkan keputusasaan. Tema tahun ini mengajak kita kembali melihat keluarga sebagai sumber nilai kasih, kesetiaan, dan damai,” kata Joko.

 

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan umat dalam kehidupan sosial, tak hanya lewat doa dan ibadah, tetapi melalui aksi nyata di masyarakat.

 

“Menjadi terang dunia berarti menjaga kerukunan, membantu sesama, mencintai lingkungan. Saya menyambut baik langkah pembagian tanaman dan alat kebersihan ke kalurahan-kalurahan sebagai bentuk kepedulian konkret,” ujarnya.

 

Joko menambahkan bahwa semangat Paskah selaras dengan visi Pemkab Gunungkidul dalam mewujudkan daerah yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

 

“Kita terus bergerak menuju Gunungkidul Raya yang sejahtera, dengan menyeimbangkan pembangunan ekonomi, kelestarian alam, serta penghormatan pada budaya dan nilai spiritual,” ucapnya.

 

“Perayaan Paskah 2025 ini diharapkan tak berhenti sebagai seremoni tahunan, namun menjadi titik tolak untuk memperkuat kolaborasi lintas iman, lembaga, dan sektor dalam membangun masyarakat yang harmonis dan peduli lingkungan,” tutupnya.