[PIC1]
Gunungkidul – Embung Batur Agung yang berada di Padukuhan Karangwetan Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, diresmikan oleh Direktur Jenderal Pembagunan Kawasan Pedesaan, KementerianDesa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi Republik Indonesia, Ahmad Eraini Yustika, pada Sabtu, (27/01) di Kantor UPK/BUMDes Bersama Makmur di Jalan Karangmojo Ponjong Km.5 Karangmojo. Selain meresmikan embung, Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan juga melakukan peninjauan lokasi bantuan alat pertanian Rice Milling Unit (RMU)/mesin penggilingan padi yang berada di Jalan Karangmojo Semin Km.5 Padukuhan Sawah, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo.
Pembuatan embung merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan air pada musim kemarau atau kelebihan air pada saat musim hujan. Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran kecil di lahan pertanian yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang. Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air yang sangat sesuai di segala jenis agroekosistem. Permasalahan air bagi pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu (temporal) dan tempat (spasial). Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air.
Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sahabat petani berubah menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, di musim kemarau, ladang dan sawah sering kali kekeringan dan sebaliknya di musim penghujan, ladangdan sawah banyak yang terendam air.
Sementara pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumber air irigasi pada musim kemarau. Secara operasional sebenarnya embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman musim kemarau dan penghujan.
Mudah-mudahan pembuatan embung ini adalah solusi petani pada musim kemarau atupun musim penghujan dan dapat meningkatkan produktivitas invensitas tanam, dan pendapatan petani untuk mendorong tumbuhnya geliat ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mendukung program kedaulatan pangan masyarakat.
“Utamakan kerja sama serta pemberdayaan untuk mengatasi permasalah di Pedesaan , dan saya titip mari kita pelihara semua bantuan tersebut dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama pada masyarakat dan selalu transparan dalam pengembangan dan pemanfaatan secara adil, maka pengelolaan BUMdes BersamaMakmurharus dengan arif bijaksana dan profesional”, pinta Ahmad Eraini.
[PIC2]
Sementara sambutan Bupati, yang dibacakan Kepala DP3AKBPMD, Drs. Sujoko, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang pada Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan di Kabupaten Gunungkidul. Dilaporkan pula bahwa kondisi di wilayah Kabupaten Gunungkidul pada sektor pertanian dan pemberdayaan kawasan pedesaan untuk peningkatkan kesejahteraan saat ini telah mulai ada peningkatan dan cenderung mengalami kemajuan, semua ini berkat perhatian dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat berupa bantuan dan Hibah seperti pembangunan embung dan bantuan alat pertanian saat ini. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk terus mendorong kreativitas masyarakat pada sektor pertanian, guna meyukseskan program swasembada dan ketahanan pangan secara nasional. Sujoko, meminta agar warga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan secara maksimal, dengan mengutamakan jiwa dan semangat gotong-royong untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Hadir pula dalam acara ini, Camat Karangmojo beserta jajaran,unsur Muspika, Kades se-Kecamatan Karangmojo, dan tamu undangan. (*tim_ikp)

