Peresmian IPALD di Desa Selang Wonosari

Gunungkidul – Kotoran atau air limbah yang bersumber dari rumah tangga maupun pabrik tidak bisa dibuang dengan cara sembarangan. Pasalnya walaupun air limbah bisa meresap kedalam tanah namun dalam tempo waktu yang tertentu dn terus menerus akan merusak lingkungan, sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Perihal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Ir. Azman Latif, saat mewakili Bupati pada acara peresmian dan serah terima Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPALD) di Balai Dusun Selang I, Desa Selang Kecamatan Wonosari, Kamis, (04/01).[PIC1]
Seperti diketahui Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Sejahtera, yang berada di Dusun Selang I, mendapat bantuan sebesar Rp. 400 juta untuk membuat IPALD Pemukiman dan Perpipaan dari Kementerian PUPR lewat Dinas PUPR DIY dan Kabupaten Gunungkidul.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Azman Latif, dinyatakan bahwa dengan bantuan Sanitasi Masyarakat (Sanimas) yang dikelola oleh kelompok masyarakat Padukuhan Selang I, merupakan salah satu upaya untuk pencegahan masyarakat membuang air limbah disembarang tempat yang akhirnya akan mengganggu kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan ini bupati memberikan apresiasi atas inisiatif dan kemauan warga Padukuhan Selang I, dalam membangun IPALD, serta mengelola limbah rumah tangga, untuk mencegah pencemaran air tanah, dan masalah kesehatan lainnya.

Beliau berharap program Sanimas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sanitasi dan praktek hidup bersih dan sehat. Seperti diketahui lanjutnya, semakin padatnya penduduk, dan banyaknya bangunan, apabila masing-masing rumah tangga membuat tempat pembuangan air limbah, WC atau sumur, jika letaknya terlalu berdekatan, maka tidak baik untuk kesehatan bagi pengguna air sumur tersebut. “Maka dari itu IPALD dapat dijadikan solusi bersama dalam mengatasi permasalah ini,” ujar Azman Latif.
Diakhir sambutnya disampaikan pesan agar fasilitas yang sudah dibangun bisa dijaga dan dirawat oleh kelompok masyarakat yang sudah terbentuk.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Ir. Azman Latif, yang didampingi perwakilan dari Dinas PUPR DIY, dan Dinas PUPR Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kesehatan, serta Kepala Desa selang. (*tim_ikp)

[PIC2][PIC3]