Gunungkidul – Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan produktivitas pertanian di Gunungkidul, salah satunya 40 paket program pertanian optimasi lahan kering yang sampai saat ini berjalan dengan baik. Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Heri Susanto didampingi Sekertaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul dan Panewu Ponjong Aris Pambudi kembali meresmikan pembangunan DAM Parit dan pipanisasi di Sidoharjo Ponjong, Jumat (29/10)
Optimalisasi lahan merupakan kegiatan APBN Satker PSP-TP 049094 (Ditjen Sarana dan Prasarana pertanian ) yang merupakan output baru penambahan anggaran kegiatan Prasarana Pengembangan Kawasan.
Di masa pandemi ini, pertanian menjadi salah satu sektor yang perkembangannya membaik dan positif bagi perekonomian di Kabupaten Gunungkidul. Untuk itu, Gunungkidul mendapatkan 40 paket program pertanian dari pemerintah pusat yang terdiri dari 12 DAM Parit, 19 pompa, 1 perpipaan, 3 sumur dan 5 perpompaan.
| [PIC1] |
Adapun 3 lokasi optimalisasi lahan kering yang diresmikan oleh Wakil Bupati yaitu kelompok tani Mekarejo,Sedyo Rukun dan Sri Rejeki. Untuk kelompok tani Mekarejo meresmikan DAM parit yang mengairi 25 hektar lahan pertanian, kelompok sedyo rukun meresmikan sumur dangkal dan pipanisasi yang mengairi 25 hektar lahan pertinan dan kelompok tani sri rejeki yang meresmikan pipanisasi yang mengairi 50 hektar lahan pertanian. Semua lahan tersebut dipergunakan untuk menanam tanaman pangan. Selain bantuan tersebut,kelompok tani Sidorejo juga mendapatkan bantuan program tanaman sehat berupa benih in pari 42 dari Provinsi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Heri Susanto menyampaikan bahwa program pertanian ini harapannya tidak hanya memenuhi pangan di Gunungkidul tetapi kedepan juga bisa memberikan sumbangsih kebutuhan pangan Nasional.
“Tahun 2021 sudah 227,93 triliun ekspor kita, artinyankan surplus, ini sebagai bukti bahwa pertanian akan diterima dan kita harus bersinergi untuk membuktikan bahwa gunungkidul adalah lumbunh pangan di DIY” ungkap Heri Susanto
Pemakaian air dari program pertanian ini harapannya benar-benar digunakan untuk peningkatan produksi pertanian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Raharjo Yuwono selaku Sekertaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.
“Pemakaian airnya jangan terlalu boros tapi betul-betul untuk peningkatan produksi, bisa pendampingan dari rekan-rekan penyuluh” ungkap Raharjo
Kegiatan ini diakhiri dengan simbolis membuka kran air DAM parit dan pipanisasi air di 2 titik lokasi.
| [PIC1] |

