GUNUNGKIDUL – Kita ketahui bersama Gunungkidul memiliki wilayah yang sebagian besar berupa perbukitan dan dataran tinggi yang berbatu, khususnya wilayah yang berada didaerah zona pegunungan pada bagian selatan dan zona Batur Agung pada bagian utara. Kondisi wilayah yang demikian menyebabkan pad wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya air permukaan yang cukup terbatas untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Sehingga pada saat musim kemarau atau musimpenghujan sekalipun masyarakat yang tinggal diwilayah yang demikian pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi permasalahan pelik yang belum teratasi.
Jumat, 09/12/2016 PT. Aplikanusa Lintasarta melalui Rohis Lintasarta yang bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) meresmikan Sarana Air Bersih (SAB) , program Sarana Air Bersih ini berada di Dusun Nglebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar. Turut hadir dalam acara peresmian SAB ini Bupati Gunungkidulyang diwakili Pj. Sekda Gunungkidul Drs. Supartono, M.Si, Kepala BPBD Gunungkidul Budi Harjo, SH,MH., Camat Nglipar Drs. Sabarisman, M.Si., beserta unsur Muspika Kecamatan Nglipar, Perwakilan Lintasarta Yogyakarta, IZI Yogyakarta, dan tamu undangan. Pemilihan lokasi didasarkan hasil survey dan kajian tim fasilitator serta kesepakatan dari donatur serta warga, lokasi ini berada dilintasan sungai oya yang merupakan salah satu sungai terbesar diGunungkidul. Meskipun berada pada lintasan sungai akan tetapi tidak menjamin kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Setiap musim kemarau warga harus membeli air, bahkan ada pul yang memanfaatkan air sungai yang ada kalanya kurang sehat untuk dikonsumsi.
[PIC1]Kegiatan diawali dengan laporan pembangunan Sarana Air Bersi oleh ketua kelompok air Sari Tirto, ketua kelompok Wahyu mengatakan bahwa adanya program air bersih ini sangt membantu kehidupan warga, baik dari kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan. Yang menjadi target pelanggan air bersih ini 75 KK terdiri dari dua RT yaitu RT. 03 dan RT 06, tidak menutup kemungkinan meluas kepada RT dan Dusun tetangga. Sampai saai ini pelanggan air bersih sudah mencapai 50 Kepala Keluarga, kemudian yang sudah mendaftar tetapi belum terpasang sudah 80 Kepala Keluarga. Selain pembangunan infrastruktur, tim pelaksana lapangan IZI juga memberikan pendampingan dan edukasi. Edukasi yang berkaitan pengelolaan kelompok, teknisi air, dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Kegiatan dilanjutkan sambutan Perwakilan Lintasarta dan IZI Yogyakarta, semoga dengan dibangunnya program Sarana Air Bersih ini lebih bermanfaat, barokah, dan yang terlebih dapat meringankan beban masyarakat disaat musim kemarau, tandasnya. Puncak acara peresmian SAB ditandai dengan pemukulan Gong dan pengukuhan kader kelompok air oleh Bupati Gunungkidul yang diwakili Pj. Sekda Drs. Supartono, M.Si., dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Gunungkidul bahwa program-program yang bersifat membantu masyarakat, memandirikan masyarakat sangat penting dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. IZI selama tahun 2016 berhasil meresmikan tiga titik SAB di Gunungkidul, salah satunya bekerjasama dengan Lintasarta di Dusun Nglebak Desa Katongan. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengucapkan terima kasih, semoga sukses selalu dan menunaikan zakatnya diaplikasikan didaerah Gunungkidul dengan program-program yang bisa memandirikan masyarakat. (Sumarno)

