| [PIC2] |
Yogyakarta – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025 mencapai puncaknya di Bangsal Kepatihan Pemda DIY pada Selasa, (9/12/2025) Acara yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” ini dihadiri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, terlihat juga beberapa Menteri serta Gubernur dan juga kepala daerah salah satunya Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa Kota Yogyakarta dipilih sebagai lokasi perayaan Hakordia karena dikenal sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya. Selain itu, tingginya jumlah wisatawan serta antusiasme masyarakat yang sangat baik terhadap berbagai kegiatan KPK selama lima hari, seperti pameran, karnaval, dan hiburan, menjadi pertimbangan utama. Setyo juga menyoroti kesederhanaan Yogyakarta sebagai salah satu alasan utama dipilihnya kota ini.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Daerah DIY untuk memberantas korupsi, dimulai dari level paling dasar, yaitu kalurahan (desa).
Sultan menjelaskan bahwa melalui Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2023 tentang Reformasi Kalurahan, strategi pencegahan korupsi diarahkan pada penguatan tata kelola, transparansi, dan partisipasi publik di tingkat lokal. Reformasi Birokrasi Kalurahan ini diangkat sebagai instrumen utama untuk mewujudkan prinsip “Good Governance from the Ground Up”. Tujuannya adalah memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Pencegahan korupsi di DIY diwujudkan melalui pengendalian gratifikasi, digitalisasi administrasi, dan pengawasan masyarakat, serta penguatan pendidikan integritas. Komitmen Pemda DIY ini terlihat jelas dalam partisipasi aktifnya pada instrumen nasional, seperti Pariwara Antikorupsi, Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP), dan pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).”
Selain itu, Pemda DIY juga menggandeng Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAKSIJI) sebagai mitra strategis. PAKSIJI berperan penting dalam menginternalisasi nilai integritas melalui pendidikan dan kampanye publik yang berorientasi pada perubahan perilaku masyarakat.
| [PIC1] |
Peringatan Hakordia ini menjadi momentum bagi KPK dan Pemda DIY untuk menyatukan aksi dalam upaya pemberantasan korupsi. Jika KPK memilih Yogyakarta karena nilai-nilai budayanya, Pemda DIY menunjukkan bahwa pertarungan melawan korupsi harus dimulai dari akar rumput pemerintahan.
Pemberantasan korupsi yang efektif, seperti sebuah bangunan, harus memiliki fondasi yang kuat, dan bagi DIY, fondasi itu diletakkan pada reformasi di tingkat kalurahan.

