PERINGATAN HARI DIFABEL INTERNASIONAL GUNUNGKIDUL GELAR SEMINAR “WUJUDKAN GUNUNGKIDUL INKLUSI”

Sebagai salah satu wilayah yang telah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Inklusif, maka  pemerintah daerah memegang teguh komitmen untuk mendukung inklusivitas di Gunungkidul, baik dalam aksesibilitas layanan dasar, kesempatan kerja dan berusaha maupun kehidupan sosial kemasyarakatan yang nyaman dan ramah bagi warga difabel.

Kegiatan seminarpada Sabtu,03/12/2016 bertempat di balai Desa Sampang, Gedangsari dengan tema “ MEWUJUDKAN GUNUNGKIDUL INKLUSI” ini adalah wujud Pemerintah Daerah memberikan perhatian dan komitmen yang sungguh-sungguh terhadap keberadaan kaum difabel terkait dengan kesamaan derajat, hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat maupun partisipasinya terhadap pembangunan daerah. setiap pribadi sebagai umat manusia maupun warga masyarakat memiliki keberbedaan maupun tingkatan kemampuan, kecakapan dan potensi diri. Namun demikian, fakta adanya keberbedaan ini tidaklah menjadi alasan untuk menerapkan sekat-sekat yang membatasi hak maupun kesempatan bagi setiap warga masyarakat termasuk warga difabel untuk menunjukkan eksistensinya maupun mengakses setiap bentuk layanan publik maupun berpartisipasi dalam pembangunan.

Pemerintah pusat hingga daerah, sudah menyatakan komitmennya melalui berbagai kebijakan dan program yang ditujukan untuk mendukung pengarus-utamaan isu-isu difabel dalam pembangunan. Upaya-upaya untuk mengimplementasikan inklusivitas dalam ruang-ruang publik seperti layanan pendidikan dan kesehatan, sosial kemasyarakatan maupun kesempatan bekerja dan berusaha, terus dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat. Suatu hal yang relatif baru dan belum dipahami secara luas dan komprehensif, setiap unsur masyarakat masih memerlukan proses pembelajaran agar memiliki pemahaman yang tepat dan komprehensif terhadap inklusivitas di berbagai bidang. Pemahaman yang komprehensif akan menjadi dasar dalam sikap dan penerimaan masyarakat luas terhadap para penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat yang sama-sama memiliki kesempatan, hak dan kewajiban.

[PIC1] [PIC2]

Dalam sambutanya Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah berharap peringatan Hari Difabel Internasional yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan ini, akan menjadi momentum pembelajaran yang tepat bagi warga masyarakat dalam memahami kehidupan penyandang disabilitas, serta mampu melihat sisi positif dan kompetensinya sebagai warga masyarakat. Kita berharap bahwa inklusivitas dalam berbagai ruang publik akan semakin menegaskan karakter sosial warga masyarakat kita dalam menerima keberbedaan setiap warga masyarakat tanpa diskrimatif, dan kepada para peserta seminar saat ini, mari kita dukung kebijakan dan upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mendorong pengarus-utamaan difabel terutama dalam tata kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Bagi kita yang sudah memahami arti inklusi, marilah menjadi teladan dalam berpikir, bertutur dan bersikap guna mendukung terwujudnya Kabupaten Gunungkidul sebagai “rumah” yang nyaman, aman dan representatif bagi semua warga difabel, untuk menunjukkan eksistensi, mengakses hak maupun berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Hadir dalam acara seminar  Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Drs. Bambang Sukemi, MM., Dinas Sosial Ibu Atun, Bappeda Gunungkidul Srihartanto, Camat Gedangsari beserta unsur Muspika dan tamu undangan.(Marno/hari)