Gunungkidul – Memperingati hari AIDS se dunia 1 Desember tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan 1010 pemeriksaan HIV secara serentak se Indonesia pemecahan rekor MURI, menuu Zero Eliminasi di taun 2030 di Balai Kalurahan Wonosari, Selasa (1/12).Mengambil Tema perkuat kolaborasi, tingkatkan solidaritas, 10 tahun menuju akhir AIDS 2030, “saya berani, saya sehat”.[PIC4]
Dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di balai desa wonosari dengan melakukan pemeriksaan VCT serta konseling oleh petugas kepada puluhan anak dari LPAS Wonosari, selain dilakukan pemeriksaan kepada para ibu hamil dan warga binaan.
Tidak hanya itu kegiatan pemeriksaan serupa juga dilakukan di beberapa lokasi karaoke di wilayah pantai selatan Kecamatan Saptosari dan Tepus.
Kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati hari AIDS serta bentuk kepedulian pemerintah terhadap deteksi dini. dari hasil setiap pemeriksaan ini natinya semua data akan masuk dalam sistem informasi HIV/AIDS secara nasional (SIDA).[PIC3]
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr. Sumitro, M.Sc di dampingi Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Puskesmas Tanjungsari Mersi Sumanti, SKM, Mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan ini murni memeringati hari AIDS, pemeriksaan ini bagian dari upaya bagaimana bisa menemukan orang yang terinveksi HIV/AIDS. Sasaran pemerikaan ini meliputi remaja dari BPAS Wonosari serta Ibu hamil dan penderita TBC. Selain itu jajaran tenaga medis Dinas Kesehatan bersama Petugas dari Puskesmas kecamatan juga melakukan pemeriksaan di 3 tempat karaoke di wilayah pantai Gunungkidul dengan memeriksa puluhan orang.
Dari target 105 sasaran pemeriksaan namun hanya puluhan orang yang dapat hadir, sedangkan lainya tidak hadir dengan alasan karena pulang dan alasan lain, namun dalam pemeriksaan ini semua telah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya pemeriksaaan sebagai upaya deteksi dini.[PIC2]
“Harapanya bisa menemukan penderita, dan bila ada penderita baru maka bisa di obati dan bisa merawat maupun mau menjalankan terapi semasa hidup”, kata dr. Sumitro.

