Gunungkidul – Pada hari Senin (26/9/2016) yang lalu, dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi yang baik, jujur dan adil, KPUD Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Pemilihan Ketua OSIS (PILKASIS) secara serentak dibeberapa sekolah yaitu di SMA N 1 Wonosari, SMK N 1 Wonosari dan MAN Wonosari. Kegiatan untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik untuk mempersiapkan diri menjadi calon-calon pemilih diajang pesta demokrasi yang akan datang, sehingga pada pelaksanaan pesta demokrasi seperti pilkada, Pileg, ataupun Pilpres menjadi peserta demokrasi yang tangguh, terdidik, dan dapat menjadi tauladan demokrasi yang adil, jujur dan bertanggung jawab.
[PIC8] [PIC1]
Ketua KPUD Gunungkidul Moh. Zaenuri Ikhsan, Sebelum pelaksanaan PILKASIS menyatakan bahwa KPUD Gunungkidul terlebih dahulu menyelenggarakan bimbingan teknis Pemilihan Ketua Osis (Pilkasis). Diatambahkan Zaenuri Ihksan kegiatan ini sebagai bagian dari tahapan pemilihan ketua osis di 3 (tiga) sekolah, yaitu SMA N 1 Wonosari, SMK N 1 Wonosari dan MAN Wonosari. Sebanyak 66 orang siswa yang ditunjuk oleh masing-masing sekolah sebagai Komisi Pemilihan Ketua Osis (KPKP) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).dan 6 guru pendamping mengikuti bimbingan teknis ini.
Pilkasis merupakan bagian dari pendidikan pemilih, siswa dikenalkan berpolitik yang santun, jujur dan berdemokrasi. Pemilihan ketua osis di sekolah tersebut dirancang sebagaimana tahapan pemilu pada umumnya dengan penyesuaian kondisi sekolah dan para siswa.
Materi bimbingan teknis ini meliputi tahapan pembuatan daftar pemilih tetap (DPT) siswa, pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi penghitungan suara dan logistik. Para siswa dibagikan modul pilkasis untuk mempermudah pemahaman alur tahapan yang harus dilaksanakan.
Selanjutnya, mereka dikenalkan pada jenis formulir yang akan digunakan dan diberi panduan bagaimana cara mengisi formulir tersebut. Berkaitan dengan logistik, para siswa juga diberikan pengetahuan tentang apa saja jenis logistik dalam sebuah pemilihan ketua osis. Ada logistik yang berada di luar kotak suara dan di dalam kotak suara. Logistik tersbut mempunyai masing-masing fungsi dan tujuannya.
Pemungutan suara memperjelas tugas-tugas masing-masing penyelenggara pemilihan ketua osis, seperti tugas KPPS, saksi dan pengawas.
[PIC3] [PIC6] [PIC5]
Para siswa juga belajar bagaimana mempersiapkan sebuah TPS beserta kelengkapannya. Setelah pemungutan suara dilakukan, dilanjutkan penghitungan suara. Dalam penghitungan suara ini diselipkan beberapa kasus yang umumnya terjadi. Kesalahan-kesalahan penghitungan yang akan berpengaruh pada rekapitulasi dijabarkan pada siswa-siswa sehingga diharapkan mereka dapat lebih paham dan teliti.
Dengan pemilihan ketua osis di tiga sekolah tersebut, dapat dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Gunungkidul. Para siswa yang mengikuti bimbingan teknis dan bertugas sebagai penyelenggara, nantinya mampu menularkan pengetahuan ini bagi teman-temannya di sekolah. Pembelajaran politik ini, diharapkan memberi pengertian bagi para siswa bahwa berpolitik itu tidak selamanya kotor. Berpolitik adalah berstrategi untuk mencapai kesejahteraan rakyat.
Hadir pada pemantauan kegiatan PILKASIS Ketua KPU Propinsi DIY, Ketua KPUD Kabupaten Gunungkidul beserta jajarannya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul, Kepala Seksi Media dan Peliputan Bidang Kominfo DISHUBKOMINFO Kabupaten Gunungkidul beserta staf.
[PIC4] [PIC2]
Kepala Sekolah sangat menyambut baik program kegiatan Pemerintah Daerah dan KPU dalam penyelenggaran Pilkasis secara serentak ini, karena akan memberikan efek positif yang luar biasa bagi peserta didiknya dalam mempersiapkan kompetisi pemilu yang akan datang. Dan diharapkan penyelenggaraan Pilkasis ini akan menjadi program berkelanjutan dan bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Gunungkidul. (sumarno/edt soera)

