Perkuat Pendidikan Keagamaan, Gedung Baru MIN 9 Gunungkidul Resmi Diresmikan Melalui Dana SBSN 2025

 [PIC1]

Gunungkidul – Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi meresmikan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Gunungkidul yang dibangun melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini juga menandai serah terima gedung program Revitalisasi Sarana Prasarana Madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di wilayah DIY, yang diselenggarakan di MIN 9 Srimpi, Rabu, (31/12/2025).

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Siti Pramono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan di MIN 9 Gunungkidul ini menelan anggaran sebesar Rp3,919 miliar. Anggaran tersebut bersifat komprehensif, mencakup biaya perencanaan, pengawasan, hingga pengisian mebeler dan peralatan mesin. Secara keseluruhan, DIY mengelola total anggaran final SBSN tahun 2025 sebesar Rp21 miliyar untuk lima lokasi madrasah, setelah adanya penyesuaian efisiensi anggaran nasional.

“Gedung ini harus langsung dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar sesegera mungkin setelah fisik diselesaikan. Alhamdulillah, pembangunan di lima madrasah dapat diselesaikan secara tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Siti Pramono. Lima lokasi tersebut meliputi MIN 9 Gunungkidul, MIN 3 Bantul, MIN 2 Kulonprogo, MTsN 6 Bantul, dan MTsN 7 Sleman.

Selain proyek SBSN, Kanwil DIY juga menerima bantuan revitalisasi melalui skema PHTC di 17 lokasi. Kabupaten Gunungkidul menjadi penerima terbanyak dengan total 10 lokasi, diikuti Kulonprogo (4 lokasi), Bantul (2 lokasi), dan Sleman (1 lokasi). Pihak Kanwil Kemenag DIY juga melaporkan keberhasilan optimalisasi anggaran PHTC untuk rehabilitasi ruang kelas di MAN 2 Kulonprogo yang diselesaikan dalam waktu sangat terbatas, yakni hanya 54 hari.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas porsi pembangunan yang besar bagi wilayahnya.

[PIC3]

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memperkuat kualitas pendidikan keagamaan yang inklusif dan modern.

“Madrasah adalah investasi untuk mempersiapkan pemuda-pemudi yang tidak hanya menguasai sains dan teknologi, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” tegas Bupati Endah dalam sambutannya.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk merawat fasilitas tersebut agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Sebagai langkah strategis masa depan, Kanwil Kemenag DIY juga melaporkan progres pengembangan kawasan madrasah terpadu. Saat ini telah dilakukan pengadaan lahan seluas kurang lebih 1 hektar (10.000 m²) untuk pengembangan MAN 1 Yogyakarta, khususnya bagi program keagamaan (MAN PK), yang diharapkan akan terintegrasi dengan MTsN 8 Gunung Kidul dan MIN 9.

Menutup laporan tersebut, pihak Kanwil Kemenag DIY mengumumkan rencana pelaksanaan SBSN tahun anggaran 2026 yang akan mencakup tiga paket pekerjaan lanjutan di MTsN 7 Sleman, MTsN 6 Bantul, serta proyek pembangunan baru di MTsN 3 Bantul.