PESANGGRAHAN GEMBIROWATI

[PIC1]

Situs Gembirowati adalah sebuah pesanggrahan yang dibangun pada masa Mataram Islam,  terletak di Desa Girijati, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Pesanggrahan Gembirowati adalah salah satu tempat yang digunakan sebagai pesanggrahan oleh Sultan Hamengkubuwono II yang memerintah selama tiga periode pada kurun waktu 1792-1828 M. Pembangunan fisik yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono II, hampir semuanya berada di luar kraton berupa pesanggrahan. Rujukan atas keberadaan tempat ini adalah Serat Rerenggan Kraton, yang menyebutkan pesanggrahan hasil seni bangun karya Sultan Hamengkubuwono II berjumlah tiga belas buah, namun yang masih dapat dilacak keberadaan fisiknya tinggal empat buah, yaitu Pesanggrahan Ngarjokusumo, Wonocatur, Purwokusumo, dan Jowinangun.

Situs di atas tanah Sultan Ground (SG) dengan luas kurang lebih 11.930 meter persegi tersebut, berada pada perbukitan kapur dengan ketinggian 126,50-130 m di atas permukaan laut. Suasana di sekitar memang cukup sejuk. Disekelilingnya dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk bertanam padi, ketela dan berbagai tanaman lain seperti pisang. Selain itu di sekitar situs masih terdapat pohon-pohon yang berumur sangat tua, seperti Randu Alas, Gayam, Klepu, Pule, dan Ancar yang tingginya antara 15 hingga 25 meter.

The Gembirowati site is a guesthouse built during the Islamic Mataram period, located in Girijati Village, Panggang District, Gunungkidul. Pesanggrahan Gembirowati was one of the places used as a resting place by Sultan Hamengkubuwono II, who ruled for three periods in the period 1792-1828 AD. Physical construction carried out by Sultan Hamengkubuwono II, almost all of which were outside the palace in the form of pesanggrahan. The reference to the existence of this place is the Rerenggan Kraton Fiber, which mentions thirteen pesanggrahan art works created by Sultan Hamengkubuwono II, but only four are physically traceable, namely Pesanggrahan Ngarjokusumo, Wonocatur, Purwokusumo, and Jowinangun.

The site on the Sultan Ground (SG) land with an area of ​​approximately 11,930 square meters, is in the limestone hills with a height of 126.50-130 m above sea level. The atmosphere around is quite cool. The surrounding area is used by local residents to grow rice, cassava and various other plants such as bananas. Also around the site there are still very old trees, such as Randu Alas, Gayam, Klepu, Pule, and Ancar whose height is between 15 and 25 meters.