Yogyakarta – Bersamaan dengan milad Baznas yang ke-16 tahun 2017 ini, Baznas menggelar acara di studio TVRI Yogyakarta yang dikemas dalam acara “ Plengkung Gading “, dengan tema " Semangat Baru dan Kiprah 2017 ".
Adapun narasumber pada program tersebut kali ini menghadirkan : Prof. Bambang Sudibyo, MBA yang bertindak sebagai Ketua Baznas Pusat, Hj. Badingah, S.Sos Bupati Gunungkidul, Prof. Dr. Buchory, MS. M.Pd Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr.Haryono Suyono, Dr. Bambang Sutiyoso, SH., M.Hum Ketua Baznas DI Yogyakarta.
Turut hadir pada acara ini Asisten III setda GK Ir. Anik Indarwati, MP, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Elvita Dewi Wahid beserta jajarannya, Kabag Kesra Setda Kabupaten Gunungkidul Drs. Bambang Sukemi beserta jajarannya dan Pimpinan Daerah Baznas Kabupaten Gunungkidul.
Acara yang disiarkan secara live oleh TVRI Yogyakarta dan dipandu oleh Dibyo Primus diawali dengan testimoni dari Komandan BPBD DIY, Direktur Klinik Pratama Rumah Sehat Baznas, Ketua Rumah Pintar Baznas, Baznas Kabupaten Gunungkidul, Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, dan satu posdaya binaan Universitas PGRI Yogyakarta.
Dalam testimoninya Pimpinan Daerah Baznas Gunungkidul Tsamin Fauzi menyatakan bahwa pimpinan daerah pengurus baznas Kabupaten Gunungkidul sebanyak lima orang yang baru saja dilantik oleh Bupati Gunungkidul akan melaksanakan program-program dan kegiatan Baznas baik tingkat pusat maupun daerah. “ Insha Allah Baznas Gunungkidul akan mengikuti kegiatan yg dilaksanakan oleh Baznas pusat, dan akan menghimpun muzaki agar lebih banyak lagi utk kepentingan umat banyak “.kata Tsamin Fauzi.
[PIC4]
Bupati Gunungkidul pada kesempatan menyampaikan harapannya semoga Baznas di DIY khususnya di Kabupaten Gunungkidul dapat membantu pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat. Ditambahkannnya bahwa dengan baru saja dilantiknya kepengurusan Pimpinan Daerah Baznas Kabupaten Gunungkidul mudah-mudahan dapat menumbuhkan daya dorong dan semangat masyarakat dalam berzakat lebih meningkat sehingga dapat membantu sesama dalam kehidupannya. Hj. Badingah juga berharap kepengurusan baru Baznas dapat menyalurkan dana baznas benar-benar tepat sasaran.
Selanjutnya Bupati Gunungkidul menambahkan, bersyukur dengan semangat pimpinan baznas yang baru, semoga program-program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan yang belum tercover dapat berjalan bersama dengan badan amil zakat dan memohon kepada perguruan tinggi untuk dapat membackup data dengan pendataan yang lebih valid.
“ Disamping komitmen yang selama ini sudah dijalankan, pemerintah daerah tetap meminta bantuan dari perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta untuk membantu pendataan yang lebih valid siapa saja masyarakat yang berhak menerima dan siapa yang tidak bisa menerima bantuan dari baznas “.kata Hj, Badingah. Hal tersebut dikemukakan oleh Bupati Gunungkidul dengan harapan yang semula sebagai mustahiq atau penerima zakat akan menjadi muzakki atau yang membayar zakat.
[PIC1] [PIC2]
Pada sesi dialog selanjutnya Rektor Universitas PGRI Yogyakarta Prof. Dr. Buchory, MS. M.Pd menyatakan perguruan tinggi akan bersama-sama menggerakan muzaki dan akan ikut mengawal agar zakat dapat disalurkan tepat sasaran. “ Program ini adalah program nyata utk membantu sesama “.tegasnya.
Dr. Bambang Sutiyoso, SH., M.Hum Ketua Baznas DI Yogyakarta menyampaikan harapannya, dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk membayar zakat akan menjadi solusi riil dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di wilayah DIY maupun Nasional. (sumarno/sura)
[PIC3]

