Sejak lama pelaksanaan ujian nasional (UN) dinodai oleh praktik – praktik yg mencederai prinsip integritas, maka sejak tahun 2015 hasil UN yang diberikan pada sekolah tidak hanya nilai capaian siswa pada mata pelajaran yang ditempuh tetapi juga tingka kajujuran pelaksanaan UN di sekolah yang dinyatakan dengan Indek Intergritas Ujian Nasional (IIUN).
Refolosi mental akan tercapai bila kejujuran disemai di dunia pendidikan. Oleh karena itu sekolah yang memilih untuk konsisten menegakkan kejujuran ditengah derasnya godaan untuk menempuh jalan pintas perlu mendapatkan pengakuan dan apresiasi seperti yang telah disampaikan Kementerin Pendidikan dan Kebudayaan berupa piagam Indek Integritas Ujian Nasional (IIUN) kepada sekolah yang mendapatkan angka IIUN tinggi (di atas 80).
” Penghargaan ini membawa pesan dan harapan agar semua sekolah dapat menumbuh kembangkan dan meningkatkan integritas di seluruh lingkungan sekolah dan terus mendorong orang tua untuk peduli terhadap kejujuran dan integritas putra putrinya serta menularkan budaya beintegritas di masyarakat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul Drs.Sudodo,Mm dalam laporanya pada saat penyerahan Piagam Penghargaan IIUN yang dilaksanakan pada Senin (11/4) di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari.
Acara dihadiri Bupati Gunungkidul, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul serta Kepala Sekolah SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se Kabupaten Gunungkidul.[PIC2]
Lebih lanjut Sudodo menyampaikan bahwa penerima piagam IIUN tahun 2015 tingkat SMP/MTs 48 sekolah, SMA/MA 13 dan SMK 16 sekolah.
Sesuai dengan visi Bupati Gunungkidul tahun 2010-2015 yang menargetkan Gunungkidul bisa menempati rangking 3 di DIY dari hasil UN rata-rata Gunungkidul SD 5, SMP 5, SMA 5, dan SMK 3. Bupati Gunungkidul Hj.Badingah,S.Sos dalam sambutanya menyampaikan kejujuran adalah nilai fundamental yakni nilai dasar dalam membangun karakter bangsa. “Kejujuran inilah yang menjadi modal generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berwawasan luas tetapi juga berbudi pekerti dan berakhlak luhur yang salah satunya dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuraan dalam setiap kondisi dan kesempatan,” tegasnya. (martoya/nana)

