Gunungkidul – “Penyuntikan Vaksinasi Covid -19 harus melalui prosedur yang panjang dan ketat”.
Kebijakan pemerintah dengan vaksinasi terus disosialisaikan kepada masyarakat. Mengkounter persepsi masyarakat tentang vaksin tersebut banyak di ungkapkan oleh dr Heru sulityawati, Sp.A direktur RSUD. Vaksin yang telah lolos uji klinis hingga fase 3 salah satunya adalah vaksin sinovac.
Tahapan pemberian vaksin tahap pertama pada bulan Januari akan diperuntukan kepada petugas kesehatan, petugas publik TNI polri ASN dan lansia namun untuk lansia masih menunggu uji klinis. Sedangkan tahap kedua bulan April 2021 sampai Maret 2022 untuk daerah rentan dengan penularan tinggi.
Sesuai informasi dari Dinas kesehatan berkordinasi dengan Dinkes DIY Kabupaten Gunungkidul akan dilaksanakan termin ke 2 di bulan Frebruari. Sementara untuk vaksinasi perdana diperuntukan bagi pejabat dan tokoh masyarakat sebanyak 20 orang dan di ikuti vaksinasi bagi petugas kesehatan. Vaksinasi Perdana akan dilaksanakan di ruang amarilis RSUD Wonosari.[PIC1]
Dijelaskan direktur RSUD pemberian vaksinasi akan melalui beberapa tahapan yang sebelumnya akan di cek melalui aplikasi apakah sudah terdaftar apa belum kemudian akan ada tahapan form screening yang harus di isi untuk mengetahui apakah dalam kondisi sehat atau ada penyakit sebelumnya. Selain itu dilakukan pemeriksaan meliputi suhu, tensi. yang memenuhi sarat akan di lakukan vaksinasi, selesai vaksinasi selanjutnya masuk tahapan observasi selama 30 menit, untuk mengetahui reaksi pasca pemberian vaksin, bila tidak terjadi efek samping yang berlebihan akan diberikan booster berupa vaksinasi ulangan untuk meningkatkan antibodi setelah 2 minggu, namun bila terjadi efek samping berlebihan di vaksin pertama maka tidak dilakukan vaksinasi ulangan. Sementara untuk RSUD sendiri telah ada 4 vaksinator yang terdiri dari 1 dokter umum dan 3 perawat yang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya.
Dokter Paulus Wisnu Kuncaramurti spesialis paru RSUD Wonosari bahwa Vaksin untuk membantu menahan resiko kematian dan pesakitan dan membentuk satu kekebalan kelompok. Harapannya target 70 % dari populasi Indonesia sudah terimun sehingga meningkatkan kesehatan secara nasional dan mengembalikan produktifitas ekonomi serta bidang lain.
Syarat vaksin ada 3 standar meliputi efektif, aman dan halal dimana vaksin haru memiliki kemampuan vaksin untuk menimbulkan imun tubuh tinggi dan memiliki efek samping kecil. Vaksin sinovac ini memiliki imun yang tinggi di 2 Minggu pertama dan sampai tiga bulan kekuatanya imunya sesuai uji klinis ( kadar kekebalan lebih dari 90 %)
dr. Heru mengajak partisipasi masyarakat mengikuti program pemerintah sehingga harapannya akan tercapai Herd imunity70 % mengikuti vaksinasi. Namun juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.

