Gunungkidul – Safari taraweh Minggu ke tiga Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta dilaksanakan di masjid Nurhidayatulloh Karangmojo, Selasa (27/4).
Safari taraweh di masa pandemi ini berbeda dari waktu sebelum adanya pandemi, kegiatan ini dilaksanakan lebih awal dan lebih pada kegiatan silaturahmi.
Lokasi safari taraweh ini dilaksanakan di masjid Nurhidayatulloh Karangmojo, Kedatangan Bupati ini langsung disambut Jamaah, sesuai protokol kesehatan pun semua diwajibkan untuk pengukuran suhu tak terkecuali.[PIC2]
Dalam sambutanya Ketua LDII Gunungkidul H. Nurosyid mengucapkan selamat datang kepada Bupati dan rombongan atas berkenan hadir di sela padatnya kegiatan. Nurosyid merasa bersyukur pada kesempatan ini tetap mendapat suport dari pemerintah Gunungkidul.
Sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah dalam menjaga kondusifitas dan kerukunan umat dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, selama bulan romadhon melaksanakan lima program sukses bagi jamaahnya dengan melaksanaka puasa, melaksanakan sholat taraweh,tadarus Alquran dan pada sepuluh malam terakhir melaksanakan taharoh menahan rasa lelah rasa kantuk serta melaksanakan Zakat fitrah. Selanjutnya dalam program-program keberlanjutan LDII tetap mendukung program pembangunan pemerintah.
Dalam acara safari tarweh tersebut selain di hadiri pejabat Pemkab juga Panewu Karangmojo Drs marwatahadi, MSi yang dalam sambutanya juga menyampaikan ucapan terimakasih dengan kehadiran bupati di tengah-tengah
Meningkatkan ketaqwaan ketakwaan ibadah kita di bulan romadhon. Selesainya akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan,
Terimakasih atas kunjungan,
Bupati memohon maaf karena keterbatasan waktu tidak dapat menghadiri undangan dari bebrapa masyarakat.
Namun satu hal yang tidak dapat di tinggalkan adalah bagaimana tetap dapat merangkul semua tanpa membeda bedakan.
Pihaknya juga terus melakukan upaya membangun jaringan koordinasi . Meski tidak memungkiri dalam kemasyarakatan akan timbul intolerasi. Untuk menghindari itu maka harus ada sinergitas semua pihak baik dari pemangku kepentingan maupun tokoh agama yang memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan dan menghindari intoleransi.
Bupati juga menyampaikan tentang permasalahn yang harus di dukung penangananya oleh selutuh element masyarakat di awali dari keluarga. Permasalahan yang masih belum mampu diatasi dengan baik adalah perceraian, pernikahan muda dan bunuh diri. Harapanya dengan peran seluruh masyarakat harapanya tidak terjadi pernikahan dini, perceraian maupun bunuh diri. Melihat fakta sampai saat ini telah terjadi kenaikan kasus tersebut.
Menjelang waktu berbuka puasa dilanjutkan acara penyerahan bantuan operasional masjid senilai lima juta rupiah dari Baznas dan bingkisan safari ramadhan oleh Pemkab Gunungkidul dilanjutkan mendengarkan tauziah yang diberikan Ustad Sofian jaelani menyampaikan kemanfaatan saling mengingatkan, dan kewajiba berpuasa bagi umat muslim yang bertujuan untuk mencapai titik ketakwaan.[PIC4]
Hadir dalam acara tersebut Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Ketua LDII Gunungkidul H.Nurosyid, SH,Kepala Dinas Kominfo Kelik Yuniantoro, S.Sos,MM., kepala Dinas Tenaga Kerja Ir. Purnamajaya, M.Mum., Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan drh. Krisna Berlian, Kepala BPBD Edy Basuki, M.Si, Kabag Protokol Putro Sapto Wahyono, S.IP,MT, Panewu Karangmojo Drs. Marwatahadi, M.Si Forkopimpan, Tokoh masyarakat.

