[PIC1] Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGA.COM, GUNUNGKIDUL – Seekor kambing mengalami serangan dari binatang buas yang diduga mirip anjing liar pada hari (1/8/2019) pukul 03.00 dini hari.
Kambing tersebut milik Siti Fatimah, warga Dusun Kemorosari II, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Siti menceritakan pada sekitar pukul 03.00, ia mendengar suara gaduh yang berasal dari kandang kambing miliknya, lalu ia memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi dengan kambing miliknya.
“Saat saya keluar ada hewan seperti anjing berjumlah dua ekor yang lari menjauh dari kandang kambing saya. Di kandang ada dua kambing yang digigit kambing berukuran kecil,” ucapnya.
“Untung saja yang digigit bukan kambing yang berukuran besar,” imbuhnya.
Ia menjelaskan dua hewan mirip anjing berwarna hitam dan putih, dengan ukuran yang berbeda.
Hewan liar mirip anjing yang berwarna putih besarnya seukuran kambing.
“Yang warna hitam ukurannya kecil, bentuknya mirip anjing saya hanya melihat secara sekelabat saja karena larinya cepat sekali,” ujarnya.
Siti mengatakan akibat dari gigitan hewan liar mengakibatkan perut bagian belakang sobek dan jeroan kambing terurai keluar.
Melihat kondisi hewan yang sudah mengenaskan ia langsung menyembelih kambing miliknya.
“Setelah digigit kambing masih hidup, melihat masih hidup dan kesakitan saya kasihan lalu disembelih dan akan dikubur,” ucapnya.
Siti mengatakan kejadian serangan hewan liar mirip anjing merupakan yang kedua kalinya, seminggu yang lalu kejadian serupa menimpa kerabatnya yang bertempat tinggal tak jauh dari rumahnya.
“Kalau milik paman saya diserang pada minggu lalu, rumahnya hanya berbeda RT dari rumah saya. Paman saya tinggal di RT 5, dan saya di RT 1 tak jauh dari sini. Padahal daerah sini juga jauh dari alas (hutan),” ucapnya.
Sebelum kejadian ini kambing milik Siti sudah ditawar orang seharga Rp 500 ribu.
Sementara itu kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu broto mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporam atas kejadian penyerangan hewan liar mirip anjing, di Dusun Kemorosari II.
“Kami sudah mendapatkan laporannya, ada dua penyerangan yaitu pada tanggal 25 Juli dan 1 Agustus. Hewan masih hidup dan disembelih dinas menyarankan untuk mengubur dan tidak dikonsumsi,” ucapnya.
Bambang melanjutkan, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi didaerah dusun Kemorosari II.
“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan apakah hewan liar itu berupa anjing atau apa. Itu kan hanya cerita-cerita (hewan liar anjing) tetapi korbannya ada,” katanya.
Pihaknya juga kesulitan untuk mengindentifikasi jenis hewan liar yang menyerang ternak milik warga.
Pihaknya juga telah berusaha untuk menjebak hewan liar tetapi upaya tersebut gagal.
“Saya pernah bersama dr hewan membuat jebakan di daerah Tepus tahun lalu tetapi ya gagal. Tahun ini di selatan malah tidak ada laporan serangan hewan liar seolah-olah bergeser,” ucapnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan siskamling saat malam hari, dan juga menguati kandang ternak milik warga, selain itu jika ada hewan ternak yang ada di luar lingkungan rumah agar dibawa ke rumah agar mudah untuk mengawasinya.
“Hewan liar yang menyerang itu pintar ketika kandang diperkuat hewan itu masuk melalui bawah yaitu dengan menggali tanah, kalau tidak hewan liar itu masuk dari atas,” ungkapnya.(*)

