Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, terdiri dari berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda, baik suku, agama, budaya maupun ras. Disisi lain masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius dan posisi agama yang tercermin dalam ideologi dan konstitusi Negara yaitu sila pertama Pancasila dan pasal 29 UUD 1945, meskipun negara ini bukan Negara agama.[PIC1][PIC2]
Untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan mencegah terjadinya konflik diperlukan upaya terus menerus dengan pendekatan teologis maupun pendekatan sosiologis kultural. Pendekatan teologis diantaranya dengan melakukan pembangunan perdamaian dan kerukunan sebagai acuan dalam hubungan antar umat beragama, antar warga negara, dan antar manusia secara keseluruhan. Sedangkan pendekatan sosiologis kultural dengan melakukan pendidikan multikultural maupun sosialisasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Bertempat di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, (22/9) diselenggarakan silaturahmi FKUB dengan tema ” Membangun kebersamaan menuju masyarakat Gunungkidul yang sejahtera, maju dan toleran. Hadir pada kesempatan itu antara lain Plt Sekda Gunungkidul Drs Supartono, MSi, Ketua FKUB 2011-2016 H Iskanto AR, SAg, Kapolres Gunungkidul Nugrah Trihadi, SIK, Dandim 0730/GK Letkol Muhammad Taufik Hanif, Kepala Kesbangpol Gunungkidul, berserta pemuka agama se Kabupaten Gunungkidul.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt Sekda Gunungkidul, Bupati menyampaikan bahwa dengan adanya dukungan dari semua pihak maka kerukunan dan toleransi beragama dapat terus terjaga, aman dan kondusif. “Hal ini mengingat banyak isu sara yang beredar dimasyarakat, namun mari kita sikapi hal tersebut dengan baik sehingga tidak menjadi konflik. Masyarakat Gunungkidul adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong sehingga menjadi kekuatan dan semangat jiwa kerukunan dan kebersamaan kita,” katanya.
Sementara itu Ketua FKUB menyampaikan bahwa dengan adanya silaturahmi maka diharapkan dapat mengetahui hal hal yang sedang berkembang saat ini. ” Kerukunan umat beragama di Kabupaten Gunungkidul berjalan dengan baik dapat seiring sejalan, hal tersebut dikarenakan adanya kerjasama semua pihak. FKUB berusaha ikut menanggulangi hal hal yang dapat terjadi di masyarakat,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Dandim 0730/GK mengajak semua pihak untuk menjaga kerukunan yang sudah ada selama ini.”Kodim akan terus berusaha untuk lebih meningkatkan kerukanan umat beragama di Gunungkidul, dengan selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat, mengedepankan kepentingan bersama dengan merangkul semua elemen masyarakat yang ada, ” tegasnya.(nana/sumarno)

