Bertempat di Balai Budaya Wonosari, Rabu (8/9) dilaksanakan sosialisasi keamanan pangan desa. Hadir pada acara tersebut antara lain Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Dra Siwi Irianti, MSi, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPPOM Drs Halim Nababan, MM, serta perwakilan dari SKPD terkait diantaranya Bappeda, BP2KP, DKP, DisperindagkopESDM, Disbudpar, BPMPKB dan Dishubkominfo, perwakilan dari desa wisata di Gunungkidul, karang taruna, pelajar, industri rumah tangga dan PKK.
Disampaikan oleh Halim Nababan bahwa keamanan pangan tidak hanya untuk kesehatan namun juga berkaitan dengan sosial dan ekonomi masyarakat. “Banyak produk yang berasal dari Indonesia yang diakui negara lain setelah diolah oleh negara tersebut. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak,” tambah Halim.
Ditambahkan Siwi Irianti bahwa Kabupaten Gunungkidul telah mensahkan peraturan daerah tentang keamanan pangan. Kuliner sebagai produk memiliki prospek ekonomi tinggi untuk kesejahteraan masyarakat, terutama untuk mendukung pariwisata di Gunungkidul. ” Oleh karena itu untuk menghasilkan sajian kuliner yang berkualitas, maka harus memperhatikan keamanan pangan yang diolahnya,” jelas Siwi.
Untuk meningkatkan keamanan pangan maka BPOM RI akan melakukan pendampingan keamanan pangan desa pada tahun 2017. (sura/nana)
| [PIC1] | [PIC2] |
| [PIC3] | [PIC4] |

